
Surabaya, wartapoint — Memperingati Hari Inovasi Indonesia yang jatuh setiap tanggal 1 November, dunia pendidikan kembali diingatkan pentingnya menumbuhkan budaya kreatif sejak dini. Semangat inilah yang diangkat oleh para jurnalis cilik dari SD Muhammadiyah 22 Surabaya dalam sebuah sesi bincang-bincang interaktif.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Selasa (3/11/2026), Jurnalis Cilik Aisyah Azzahra Syakieb (Jurnalis 1) berkesempatan mewawancarai rekan sesama jurnalis cilik, Hafizah Azkayra Tsaqif (Jurnalis 2). Diskusi hangat ini mengupas tuntas arti penting inovasi bagi pelajar tingkat sekolah dasar.
Inovasi Bukan Hanya Soal Teknologi Tinggi
Membuka perbincangan, Aisyah menanyakan makna dari “inovasi” bagi anak-anak seusia mereka. Menanggapi hal tersebut, Hafizah dengan lugas menjelaskan bahwa inovasi tidak selalu identik dengan penciptaan robot canggih atau teknologi rumit.
“Buat kita yang masih SD, inovasi artinya keberanian untuk menemukan cara baru yang lebih kreatif dan efisien dalam menyelesaikan masalah sehari-hari, termasuk dalam hal belajar,” ujar Hafizah.
Hafizah juga menekankan pentingnya peringatan Hari Inovasi Indonesia bagi para pelajar, khususnya generasi muda Muhammadiyah. Menurutnya, momentum ini menjadi pengingat agar siswa tidak cepat puas hanya dengan menjadi penikmat teknologi, melainkan terdorong untuk memiliki pola pikir yang kritis, kreatif, dan berkemajuan sesuai semangat persyarikatan.
Aksi Nyata dan Ide Kreatif di Sekolah
Sebagai bentuk implementasi nyata di lingkungan sekolah, Hafizah membagikan sejumlah contoh tindakan inovatif sederhana yang sangat mungkin dilakukan oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah 22 Surabaya, di antaranya:
- Pengolahan Sampah: Membuat sistem pemilahan sampah daur ulang di dalam kelas agar terlihat lebih menarik.
- Metode Belajar: Mengemas rangkuman pelajaran ke dalam bentuk video pendek yang kreatif atau poster digital yang estetik.
- Kegiatan Ekstrakurikuler: Mengkolaborasikan kegiatan ekstrakurikuler seperti Tapak Suci atau IPMJ (Ikatan Pelajar Muhammadiyah Junior) dengan konten kreatif untuk media sosial sekolah.
Tantangan dan Kunci Keberhasilan Inovator Muda
Di balik ide-ide cemerlang tersebut, tentu ada tantangan yang harus dihadapi. Hafizah menilai bahwa hambatan terbesar bagi pelajar zaman sekarang adalah rasa takut salah dan sifat malas mencoba. Terkadang, siswa terlalu nyaman dengan cara-cara lama atau menghabiskan terlalu banyak waktu hanya untuk bermain media sosial tanpa menghasilkan karya nyata.
Menutup sesi wawancara, Hafizah memberikan pesan sekaligus motivasi bagi seluruh teman-temannya di SD Muhammadiyah 22 Surabaya.
”Jangan takut untuk mencoba hal baru! Jangan ragu menyampaikan ide-ide unik kalian di kelas atau di organisasi. Ingat, inovasi besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil dan keberanian untuk mencoba!” pungkasnya penuh semangat.
Pesan ini diharapkan mampu membakar semangat para siswa di Surabaya untuk terus berinovasi, berkarya, dan memberikan kontribusi positif dimulai dari lingkungan sekolah tercinta. (Tim jurnalis cilik SD Muhammadiyah 22 Surabaya)





