
Jakarta, wartapoint — Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu tata kelola lembaga pendidikan melalui penyelenggaraan Leadership Development Program (LDP). Agenda rutin yang berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (5-7/11/2026), ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA, serta para kepala divisi dan kepala seksi di lingkungan Al-Azhar Kelapa Gading.
Program pembinaan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas manajerial sekaligus mempertegas kembali esensi kepemimpinan humanis di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Penguatan Fondasi Manajemen
Rangkaian acara diawali di Aula Al-Azhar Kelapa Gading, Jakarta. Pada hari pertama, seluruh peserta menerima pengarahan teknis dan strategis dari Direktur Keuangan, Direktur Pengembangan, serta Direktur Pendidikan. Wakil Ketua Pelaksana Harian Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading, Ifan Budiman, turut memberikan pembekalan dan kata sambutan sebagai persiapan pelaksanaan sesi luar ruang di Bogor.
Sesi pembekalan diisi oleh akademisi dari Universitas Prasetiya Mulya Jakarta, Dr. M. Setiawan Kusmulyono, yang membawakan materi mendalam mengenai Fundamental Management. Sesi ini memberikan landasan teori dan praktis bagi para pimpinan dalam mengelola unit operasional masing-masing secara terstruktur dan efisien.
Mendidik dengan Hati di Era Kecerdasan Buatan
Pada hari kedua, kegiatan bergeser ke kawasan kaki Gunung Salak, tepatnya di The Highland Park Resort Hotel, Bogor. Pembukaan sesi ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading, Irsan Nurfaqih.
Dalam pengarahannya, Irsan menekankan pentingnya menjalankan amanah dan proses pendidikan dengan pendekatan personal serta empati (mendidik dengan hati). Ia juga memberikan pesan khusus mengenai tantangan kepemimpinan di era digital native dan maraknya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
”Di era digital dan berkembangnya AI saat ini, para pimpinan jangan sampai diperbudak oleh teknologi. Sebaliknya, pimpinan harus mampu memanfaatkan AI secara bijak untuk menunjang efektivitas kerja,” ujar Irsan.
Pemetaan Potensi Melalui Talent-DNA
Guna menempatkan sumber daya manusia sesuai dengan potensinya, LDP tahun ini menghadirkan sesi pemetaan karakter kepemimpinan berbasis Talent-DNA. Sesi ini dipandu oleh Chief ESG dari ESQ Group, Rinaldi Agusyana.
Rinaldi menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi sangat bergantung pada ketepatan penempatan talenta pimpinannya. Menurutnya, pemetaan potensi berfokus pada tiga elemen utama:
- Drive: Dorongan internal dan komitmen kuat terhadap pencapaian tujuan.
- Network: Kemampuan membangun relasi yang saling melengkapi untuk mencapai target bersama.
- Action: Keterampilan eksekusi dalam menyusun serta menjalankan program kerja secara nyata.
Perancangan Program Strategis dan Kedisiplinan
Tidak sekadar menerima materi, para peserta juga dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk merumuskan gagasan strategis dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan masa depan. Gagasan dan ide kreatif yang lahir dari diskusi tersebut dirangkum oleh jajaran dewan direksi untuk dijadikan program kerja prioritas lembaga.
Rangkaian LDP ditutup dengan kegiatan outdoor yang melibatkan instruktur dari TNI. Melalui simulasi dan dinamika kelompok yang dikemas secara edukatif dan interaktif, para peserta dilatih dalam hal kedisiplinan, kerja sama tim, perumusan strategi, serta fokus pada target organisasi.
Penyelenggaraan LDP ini diharapkan dapat terus menjaga standar kinerja dan kualitas kepemimpinan di lingkungan Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading secara berkelanjutan. (Najib/yupan)





