Belajar Sejarah di Luar Kelas, Siswa SD Inovatif Jelajahi Museum De Javasche Bank

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Suasana penuh semangat mewarnai Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Jagir, Surabaya, Rabu (4/11/2026). Puluhan siswa kelas 2 Al-Jazari dan 2 Al-Farabi bersiap mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas bertajuk “Kelas Ekspedisi Sejarah” di Museum De Javasche Bank, Kawasan Kota Lama Surabaya.

​Dengan rasa ingin tahu yang tinggi, para siswa diajak mengenal lebih dekat perjalanan sejarah mata uang hingga perkembangan sistem perbankan di Indonesia secara langsung dari salah satu cagar budaya bersejarah.

​Sebelum berangkat, kegiatan diawali dengan pengarahan dari wali kelas 2 Al-Jazari, Normaningsih, S.Pd., dan wali kelas 2 Al-Farabi, Ustadzah Fatimah. Para siswa diingatkan untuk senantiasa menjaga ketertiban, mematuhi arahan pendamping, serta memperhatikan setiap informasi selama kunjungan.

​Edukasi Merawat Rupiah dan Mengenal Sejarah Uang

​Setibanya di lokasi, rombongan disambut keanggunan arsitektur khas kolonial Museum De Javasche Bank. Anak-anak diajak mengikuti sesi edukasi mengenai sejarah uang, fungsi alat tukar, serta pentingnya menjaga fisik Rupiah.

​Dalam sesi tersebut, para siswa dibekali pemahaman prinsip lima cara merawat uang yang baik, yakni:

  1. ​Tidak melipat uang
  2. ​Tidak membasahi uang
  3. ​Tidak mencoret uang
  4. ​Tidak meremas uang
  5. ​Tidak menyobek uang

​Edukasi ini bertujuan menanamkan kepedulian sejak dini agar anak-anak menjaga uang tetap bersih dan layak edar, sekaligus memahami bahwa Rupiah merupakan simbol kedaulatan dan kebanggaan bangsa.

​Jelajah Museum dan Koleksi Kuno

​Acara dilanjutkan dengan museum tour yang dipandu oleh petugas museum. Siswa-siswi menyusuri berbagai ruangan bersejarah untuk melihat dari dekat koleksi uang kertas dan logam kuno dari beragam era.

​Perhatian anak-anak tersedot saat melihat brankas penyimpanan berukuran raksasa serta peralatan operasional perbankan tempo dulu. Pengalaman visual ini memberikan gambaran konkret mengenai panjangnya sejarah aktivitas perbankan di Nusantara.

​Antusiasme Siswa dan Kesan Pembelajaran

​Sepanjang penelusuran museum, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengamati objek koleksi serta mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis.

​Kesan positif disampaikan oleh Ameer Sheraz Arghani, siswa kelas 2 Al-Jazari. “Kegiatannya seru sekali, saya dan teman-teman bisa belajar sejarah uang dan bank Indonesia,” ujarnya.

​Rasa senang senada diungkapkan Sarah Ameera Sheza Farzana, siswi kelas 2 Al-Farabi. “Saya senang bisa ikut kelas ekspedisi sejarah kali ini, bisa belajar sejarah tentang uang, emas, dan berdirinya Bank Indonesia,” tutur Sarah.

​Bagi para guru pendamping, metode pembelajaran lapangan ini menjadi sarana efektif agar siswa tidak hanya menyerap teori dari buku pelajaran, tetapi juga mampu mengamati dan merasakan riwayat sejarah secara nyata.

​Penulis: Fatimah Nurul Imanah

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article