Sunday, April 19, 2026

Akselerasi Ekonomi Desa: Dandim Boyolali Kawal Percepatan Koperasi Merah Putih, Target Tuntas Juli 2026

Must read

Boyolali, wartapoint – Komitmen untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat desa di wilayah Boyolali terus dipacu. Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali, Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengawal percepatan pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

​Hal tersebut disampaikan usai mengikuti kegiatan Video Conference (Vidcon) evaluasi percepatan Program Strategis Nasional (PSN) yang dipusatkan di Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

Target 80.000 Unit Koperasi di Seluruh Indonesia

​Program KDKMP merupakan langkah nyata pemerintah pusat dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden untuk membangun kemandirian ekonomi dari akar rumput. Dalam pengarahannya, Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI, Bambang Trisnohadi, yang mewakili Wakil Panglima TNI, menekankan pentingnya evaluasi berkala agar program ini memberikan manfaat riil bagi warga.

​Beberapa poin utama dalam target nasional ini meliputi:

  • Skala Pembangunan: Penyiapan 80.000 unit koperasi yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.
  • Target Deadline: Seluruh pembangunan fisik dan sistem koperasi ditargetkan dapat terealisasi sepenuhnya pada Juli 2026 mendatang.
  • Fokus Evaluasi: Memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan optimal dan tepat sasaran bagi penguatan ekonomi masyarakat desa.

Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah

​Dandim 0724/Boyolali menyatakan bahwa kehadiran TNI di lapangan bukan hanya sebagai pemantau, melainkan mitra strategis pemerintah daerah dan desa. Melalui jajaran Babinsa dan kewilayahan, TNI berkomitmen memastikan proyek ini berjalan sesuai garis waktu yang telah ditetapkan.

“Kehadiran kami merupakan bentuk komitmen TNI untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan desa, guna memastikan pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai ketentuan,” ujar Dandim Dhanu Anggoro Asmoro.

Simbol Kehadiran Negara

​Lebih dari sekadar infrastruktur fisik, pembangunan Gedung KDKMP dipandang sebagai simbol kehadiran negara di tengah masyarakat pedesaan. Meski mengejar target waktu yang ambisius, Dandim mengingatkan agar aspek teknis tidak diabaikan.

​”Percepatan pembangunan harus tetap mengedepankan mutu dan kualitas. Dan tentu, kami siap untuk itu,” tegasnya mengakhiri pernyataan.

​Dengan adanya pengawalan ketat dari unsur TNI dan koordinasi lintas sektoral, diharapkan Koperasi Merah Putih di Boyolali dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan warga saat mulai beroperasi pada 2026 nanti. (Agus)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article