
Sragen, wartapoint – Langkah proaktif diambil oleh jajaran Koramil 02/Karangmalang dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Serka Darmadi, Babinsa Desa Plosokerep, menggerakkan puluhan warga untuk melaksanakan kerja bakti pembersihan talud di wilayah binaannya pada Jumat (17/04/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan material yang berpotensi merusak infrastruktur dan menghambat drainase, guna mencegah terjadinya tanah longsor dan banjir luapan di area pemukiman.
Fokus Pembersihan: Drainase dan Gulma
Dalam aksi gotong royong tersebut, Serka Darmadi bersama dua anggota Koramil lainnya membaur dengan warga untuk:
- Menyingkirkan sampah yang menyumbat aliran air.
- Membabat rumput liar dan semak belukar yang menutupi konstruksi talud.
- Mengangkat material tanah yang terbawa arus agar tidak membebani dinding penahan jalan.
Upaya Preventif Sejak Dini
Menurut Serka Darmadi, kondisi talud yang terawat sangat krusial dalam menjaga stabilitas tanah dan kelancaran pembuangan air hujan.
“Pembersihan talud ini adalah langkah mitigasi untuk mencegah longsor dan banjir. Jika saluran tertutup sampah dan semak, air akan meluap ke jalan dan pemukiman. Kita harus cegah risiko tersebut sejak dini,” tegas Darmadi di sela-sela kegiatannya.
Membangun Kesadaran Lingkungan
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya untuk memberikan bantuan fisik, tetapi juga sebagai sarana edukasi. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian warga terhadap pemeliharaan infrastruktur di lingkungan mereka.
Warga setempat menyambut positif inisiatif ini. Mereka merasa lebih tenang menghadapi cuaca ekstrem dengan kondisi saluran air yang kini sudah kembali normal.
“Sekarang talud sudah bersih dan saluran air lancar. Kalau hujan deras, kami tidak merasa waswas lagi,” pungkas Darmadi menutup kegiatan tersebut. (Agus)





