
Surabaya, wartapoint – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas). Kali ini, bukan dari bidang akademik konvensional, melainkan melalui ketangkasan strategi dalam dunia e-sports. Tim Mobile Legends SD Muhlas sukses menyabet gelar Juara II pada ajang Spemma Student Competition (SSC) 2026 yang berlangsung Sabtu-Ahad (4-5/4/2026).
Perjalanan Menuju Final
Kompetisi tahunan tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) ini diikuti oleh 34 tim terbaik dari berbagai sekolah. SD Muhlas mengirimkan tim andalannya yang dijuluki Espada, dengan komposisi pemain:
- Nadira (Mid Laner)
- Nino (Exp Laner)
- Gaoqi (Jungler)
- Fairel (Gold Laner)
- Fathan (Roamer)
Setelah melalui babak kualifikasi yang ketat pada hari Sabtu, tim Espada berhasil menembus babak semifinal bersama tiga sekolah unggulan lainnya, yakni MI Muhammadiyah 5 Surabaya, SD Rungkut Menanggal 1 Surabaya, dan SD Muhammadiyah 15 Surabaya.
Pertarungan Sengit di Babak Pamungkas
Di babak final, tensi pertandingan meningkat saat tim SD Muhlas berhadapan dengan tim kuat dari MIM 5 Surabaya. Pertandingan berlangsung dramatis dan menguras adrenalin. Meski telah memberikan perlawanan maksimal, tim Espada harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 1:2, sehingga harus puas menempati posisi Runner-Up.
Pelatih tim sekaligus wali kelas 3 SD Muhlas, M. Iqbal Azizi, S.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga dengan kerja keras tim Espada. Kompetisi ini bukan sekadar main game, tapi wadah mengasah skill strategi, kerja sama tim, serta pemanfaatan teknologi secara positif,” ujarnya.
Apresiasi dari Pihak Sekolah
Keberhasilan ini mendapat perhatian khusus dari Kepala SD Muhlas, Mursiah, M.Pd. Dalam apel pagi yang digelar Senin (6/4), ia memberikan apresiasi langsung di hadapan ratusan siswa.
Mursiah mengaku terpukau dengan bakat terpendam para siswanya di bidang teknologi. Ia pun berpesan agar para siswa tidak menjadi budak teknologi, melainkan menjadi tuan yang mampu menguasainya.
”Jangan terlena oleh kecanggihan teknologi, melainkan kuasai teknologi dan manfaatkan dalam hal positif untuk mengukir prestasi,” tegasnya.
Komitmen Pengembangan Bakat
Prestasi ini mempertegas komitmen SD Muhammadiyah 11 Surabaya dalam memberikan pendidikan yang inklusif dan menyeluruh. Sekolah terus berupaya mewadahi seluruh potensi siswa, baik di bidang akademik, olahraga, maupun kreativitas berbasis teknologi digital, guna mencetak generasi yang kompetitif di masa depan. (Muriyono/yupan)





