Surabaya, wartapoint – Regenerasi kepemimpinan pemuda di wilayah Kelurahan Wonorejo resmi bergulir. Melalui Musyawarah Warga Karang Taruna (MWKT), Bagas Avicienna Subagyo ditetapkan sebagai Ketua Formatur Karang Taruna Kelurahan Wonorejo masa bakti 2025-2030.
Kegiatan yang berlangsung demokratis ini digelar di Kantor Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, pada Selasa (28/4/2026) malam. Dihadiri oleh perwakilan dari 11 RW, proses pemilihan ini menjadi momentum kebangkitan sinergi pemuda di tingkat kelurahan.
Proses Pemilihan yang Transparan
Musyawarah diawali dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari pengurus periode 2021-2026 yang dinyatakan demisioner. Persaingan sempat menghangat dengan munculnya empat kandidat yang memaparkan visi dan misi unggulannya di hadapan para peserta.
Setelah melalui proses musyawarah mufakat, forum menyepakati mekanisme voting terbuka. Hasilnya, Bagas Avicienna Subagyo berhasil meraih mandat mayoritas dengan perolehan 9 suara dari total 19 suara perwakilan RW yang hadir.
“Alhamdulillah, amanah ini saya terima. Target awal kami adalah melakukan pendataan pemuda secara komprehensif serta mempererat komunikasi dengan pengurus unit di tingkat RT dan RW se-Wonorejo,” ujar Bagas.
Bagas juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah untuk menyambut bonus demografi. Menurutnya, transparansi dan kreativitas menjadi kunci agar pemuda Wonorejo tidak sekadar menjadi penonton di wilayahnya sendiri.
Dorongan untuk Kerja Nyata
Ketua Karang Taruna Kecamatan Tegalsari, Arie Kurniawan, yang hadir memimpin jalannya musyawarah, memberikan apresiasi atas kondusivitas forum. Ia menegaskan bahwa Wonorejo merupakan barometer bagi gerakan pemuda di wilayah Tegalsari.
”Karang Taruna itu bukan organisasi papan nama. Saya tunggu gebrakan nyata, terutama di bidang wirausaha muda. Wonorejo harus menjadi contoh soliditas bagi wilayah lain,” tegas Arie.
Dukungan penuh juga datang dari pihak birokrasi. Lurah Wonorejo menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi setiap kegiatan positif anak muda. Ia bahkan menegaskan bahwa fasilitas kelurahan, mulai dari aula hingga balai RW, terbuka lebar asalkan digunakan untuk program yang jelas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Langkah Selanjutnya
Pasca terpilih, tim formatur yang dipimpin oleh Bagas memiliki waktu tujuh hari untuk menyusun struktur kepengurusan lengkap dan merumuskan program kerja strategis untuk lima tahun ke depan.
Agenda terdekat adalah pelantikan pengurus yang dijadwalkan akan dilaksanakan pekan depan. Acara musyawarah tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama antara pengurus baru, demisioner, serta tokoh masyarakat sebagai simbol estafet perjuangan pemuda yang harmonis. (yupan)





