Lestarikan Kuliner Nusantara, Siswa Kelas 6 SD Muhammadiyah 2 Surabaya Unjuk Karya Kreatif

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Kemeriahan menyelimuti Ruang Aligarh dan Ruang Al Azhar SD Muhammadiyah 2 Surabaya pada Kamis (30/4/2026). Sekolah yang dikenal sebagai bagian dari Sekolah Adab Kesalehan MBA SPARTANS ini sukses menggelar agenda “Unjuk Kerja dan Karya Muhammadiyah” sebagai bentuk evaluasi tugas akhir bagi seluruh siswa kelas 6.

​Berbeda dengan ujian konvensional, para siswa ditantang untuk mempresentasikan kekayaan budaya Indonesia melalui proyek kuliner. Terbagi ke dalam lima kelompok besar, mereka menyajikan mahakarya makanan dan minuman khas dari lima pulau utama: Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

​Setiap hidangan ditata dengan estetika tinggi di atas meja pamer, sementara para siswa dengan cakap mempresentasikan proses pembuatan hingga filosofi di balik makanan tersebut. Kegiatan ini bertujuan mengasah keterampilan praktis sekaligus memupuk rasa nasionalisme sejak dini.

Keunggulan Ranah Spiritual dan Sosial

​Direktur MBA SPARTANS, Ir. Sudarusman, memberikan apresiasi tinggi atas capaian para siswa. Ia menegaskan bahwa SD Muhammadiyah 2 (SD Muda) memiliki standar penilaian yang lebih komprehensif dibandingkan kurikulum umum.

“SD Muda berkembang pesat karena kami menerapkan pembelajaran mendalam. Ada dua ranah yang membuat sekolah ini unggul dan berbeda, yaitu penekanan pada ranah spiritual dan sosial,” ujar Sudarusman.

​Ia juga memberikan pesan mendalam bagi para pendidik tentang urgensi keseimbangan dalam mengajar. Menurutnya, mencetak anak pintar secara kognitif adalah hal yang mudah, namun membentuk karakter yang berbudi luhur adalah tantangan yang sesungguhnya.

​”Guru bisa mengantarkan siswanya ke surga jika benar dalam mendidik—artinya tidak hanya mengasah kecerdasan otak, tapi juga menanamkan nilai moral agar anak mampu beradaptasi di masyarakat,” tegasnya.

Dukungan Wali Murid dan Pembelajaran Berbasis Proyek

​Dalam kesempatan yang sama, Sudarusman mengajak para orang tua untuk mendukung penuh model pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Ia berharap orang tua tidak terpaku pada metode konvensional yang cenderung membatasi ruang kreativitas anak.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala SD Muhammadiyah 2 Surabaya, Muhammad Agus Zaki Fanani, berharap ujian proyek ini menjadi bekal berharga bagi masa depan siswa.

​”Melalui ujian ini, siswa tidak hanya dinilai dari angka akademis, tetapi juga kemampuannya mengaplikasikan ilmu secara nyata. Kami ingin lulusan sekolah ini memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, dan semangat gotong royong yang tinggi,” pungkas Zaki.

​Acara yang berlangsung tertib dan penuh warna ini membuktikan bahwa pendidikan dasar mampu menjadi wadah eksplorasi bakat yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi tumbuh kembang siswa. (Indira)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article