Wonogiri, wartapoint – Sektor peternakan rakyat menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan di tingkat desa. Menyadari hal tersebut, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 19/Purwantoro, Sertu Winarto, secara intensif melakukan pendampingan dan komunikasi sosial dengan menyambangi para peternak ayam petelur di wilayah Purwantoro, Wonogiri, Selasa (12/5/2026).
Langkah ini diambil untuk mempererat sinergi antara TNI dan warga, sekaligus memastikan keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang peternakan yang menjadi sumber ekonomi lokal.
Fokus pada Produktivitas dan Kesehatan Ternak
Dalam dialog langsung di lokasi kandang, Sertu Winarto menekankan bahwa manajemen pemeliharaan yang disiplin adalah kunci utama dalam menjaga produktivitas telur. Ada tiga poin krusial yang menjadi perhatian, yakni sanitasi kandang, kualitas pakan, serta kewaspadaan terhadap siklus penyakit musiman.
”Kebersihan lingkungan kandang tidak boleh diabaikan karena berdampak langsung pada kualitas hasil produksi. Kami mendorong para peternak untuk tetap konsisten dan segera berkoordinasi dengan petugas penyuluh peternakan jika ditemukan indikasi klinis yang tidak biasa pada ternak mereka,” ujar Sertu Winarto.
Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah para peternak bukan sekadar menjalankan tugas teritorial, melainkan untuk memberikan motivasi agar masyarakat tetap optimis mengelola usahanya meski di tengah fluktuasi harga pasar.
Apresiasi dari Pelaku Usaha
Kegiatan sambang desa ini mendapat respons positif dari para peternak. Restu, salah satu pengelola peternakan ayam petelur di Purwantoro, mengaku terbantu dengan perhatian dan pendampingan yang diberikan.
”Kehadiran Babinsa membuat kami merasa ada dukungan moral. Kami berharap pendampingan seperti ini rutin dilakukan, sehingga kami merasa memiliki mitra untuk bertukar pikiran dalam menjaga keamanan dan kenyamanan usaha di desa,” tutur Restu.
Melalui komunikasi sosial yang harmonis ini, diharapkan tercipta ekosistem usaha yang kondusif di wilayah Wonogiri. Sinergi antara TNI dan pelaku usaha lokal menjadi modal kuat dalam mewujudkan kemandirian pangan serta menjaga stabilitas keamanan wilayah melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan. (Agus)





