Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Wednesday, May 13, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Perkuat Budaya K3, Terminal Teluk Lamong Cetak Petugas P3K Tersertifikasi Kemenaker

Must read

Surabaya, wartapoint – Sebagai garda terdepan pelabuhan yang mengutamakan keselamatan, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) secara resmi menggelar Sertifikasi Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) berstandar Kemenaker RI. Bekerja sama dengan PT Nusantara Traisser, kegiatan intensif ini berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Mei 2026.

​Langkah strategis ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya konkret perusahaan dalam memastikan setiap sudut operasional pelabuhan memiliki personel yang siap siaga menghadapi situasi darurat medis.

​Distribusi Kompetensi di Seluruh Lini

​Pelatihan ini diikuti oleh 17 pegawai terpilih yang mewakili berbagai unit kerja krusial di lapangan, antara lain:

  • Operator Alat Bongkar Muat
  • Yard Talker & Ship Talker
  • Operation Ship Operator Assistant
  • Tim Peralatan dan Teknologi Informasi

​Pemilihan peserta dari berbagai lini ini bertujuan agar kesiapsiagaan darurat tidak hanya terpusat pada satu titik, tetapi tersebar merata di seluruh area kerja pelabuhan.

​Kepatuhan Regulasi dan Kurikulum Komprehensif

​Selain meningkatkan standar keamanan, pelatihan ini merupakan pemenuhan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI No. PER.15/MEN/VIII/2008. Regulasi tersebut mewajibkan setiap perusahaan menyediakan petugas P3K yang kompeten sesuai dengan tingkat risiko kerja.

​Berbeda dengan edukasi dasar, sertifikasi ini membekali peserta dengan kurikulum yang mendalam, meliputi:

  1. Anatomi dan Fisiologi Manusia: Memahami cara kerja tubuh secara medis.
  2. Resusitasi Jantung Paru (RJP): Teknik penyelamatan nyawa pada kondisi henti jantung.
  3. Penanganan Pajanan Bahan Kimia: Mitigasi risiko kontaminasi zat berbahaya.
  4. Tanggap Darurat & Evakuasi: Teknik memindahkan korban dengan aman dan efektif.

​Komitmen Menuju Smart Port Internasional

​Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menegaskan bahwa kompetensi individu adalah pilar utama dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan smart port.

“Budaya keselamatan tidak hanya dibangun melalui sistem, tetapi juga melalui kesiapan individu. Kami ingin memastikan insan TTL mampu memberikan pertolongan pertama dengan benar dan percaya diri,” ujar Syaiful.

​Senada dengan hal tersebut, Heri Suwarsono, salah satu instruktur ahli yang mendampingi pelatihan bersama Herin Fikri Naufal, menekankan pentingnya faktor kecepatan. “Pelatihan ini adalah tentang memberikan pertolongan yang cepat, tepat, dan aman. Di lapangan, detik-detik pertama sangatlah krusial untuk menyelamatkan nyawa,” jelasnya.

​Penutup

​Melalui sertifikasi resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan ini, PT Terminal Teluk Lamong optimis dapat terus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan profesional. Dengan personel yang tangguh dan terampil, TTL siap mendukung operasional logistik yang berkelanjutan tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan dan keselamatan kerja. (Armand)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article