Menyemai Standar Global, Siswa Esemka Muda Selami Industri Hospitality di Mercure Surabaya

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Pendidikan vokasi terus berupaya memperpendek jarak antara teori di bangku sekolah dengan realita di lapangan. Semangat inilah yang dibawa oleh puluhan siswa kelas X dan XI Jurusan Perhotelan SMK Muhammadiyah 2 Surabaya saat melakukan kunjungan industri ke Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, baru-baru ini.

​Langkah ini diambil untuk memastikan para calon tenaga kerja perhotelan tersebut memiliki gambaran utuh mengenai ekosistem hospitality yang sebenarnya.

Budaya Kerja dan Pengenalan Produk

​Rangkaian kegiatan dimulai di Ruang Tokyo, lantai 2, di mana para siswa disambut oleh manajemen hotel. Perwakilan Departemen People and Culture, Mahesa, memberikan orientasi awal mengenai budaya kerja jaringan hotel internasional tersebut.

​Dalam sesinya, Mahesa menekankan bahwa industri ini tidak sekadar menjual fasilitas fisik, melainkan pengalaman dan pelayanan yang tulus. Para siswa dibekali pengetahuan mengenai struktur manajemen, visi-misi perusahaan, hingga pengenalan produk (product knowledge) yang menjadi fondasi operasional hotel berbintang.

Observasi Lapangan dan Standar Layanan

​Tidak berhenti pada pemaparan materi, para siswa diajak melakukan hotel tour untuk mengobservasi langsung standar layanan di berbagai area. Observasi meliputi area publik seperti lobi, spa, kolam renang, hingga tiga restoran ikonik hotel: Trimurti (Indonesia-Western), Ebisu (Jepang), dan Lan Hua (Tiongkok).

​Pendalaman kompetensi teknis juga diberikan oleh Manager Housekeeping. Dalam sesi ini, siswa diperlihatkan betapa krusialnya peran kebersihan dan kerapian sebagai wajah utama hotel. Sebagai penutup rangkaian observasi, dilakukan room showing pada beberapa tipe kamar unggulan, termasuk Suite Deluxe dan Privilege King yang dikhususkan bagi tamu disabilitas.

Membangun Etos Kerja

​Guru Kejuruan SMK Muhammadiyah 2 Surabaya, Agus Subagyo, S.Pd., yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menyatakan bahwa kunjungan ini adalah instrumen penting untuk membentuk kedisiplinan siswa.

​”Melalui pengamatan langsung, siswa tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga menyerap etos kerja yang dibutuhkan industri. Kami berharap ini menjadi pemantik motivasi mereka untuk menjadi tenaga profesional,” ujar Agus.

​Senada dengan hal itu, Mahesa mengingatkan para siswa bahwa bekerja di dunia perhotelan menuntut dedikasi tinggi. “Bekerja di sini harus dengan sepenuh hati karena target utama kita adalah memberikan experience terbaik bagi tamu,” tegasnya.

​Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan pelaku industri seperti ini, lulusan sekolah kejuruan diharapkan tidak hanya memiliki kemahiran teknis (hard skills), tetapi juga kesiapan mental dan karakter (soft skills) untuk bersaing di pasar kerja global.

​(Aswinona)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article