
Surabaya, wartapoint — Masalah pemenuhan gizi seimbang pada anak usia sekolah masih menjadi tantangan dalam dunia pendidikan dan kesehatan. Menyikapi hal tersebut, MI Muhammadiyah 25 Surabaya menggelar inovasi pembelajaran kontekstual melalui program Guest Teacher (Guru Tamu) di kelas 5B, Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada pukul 10.00–11.00 WIB ini mengusung tema “Manfaat Sayur-Sayuran untuk Kesehatan Tubuh Kita”. Uniknya, pihak sekolah tidak menghadirkan ahli dari luar, melainkan mengandalkan partisipasi aktif orangtua siswa sebagai narasumber, yakni Agung Prasetyo, ayahanda dari salah satu siswi bernama Ariana Bintang Pradipta.
Program ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya pola makan sehat, mengenalkan berbagai kandungan gizi pada sayuran, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Pembelajaran Interaktif dengan Media Konkret
Untuk menarik minat para siswa, Agung Prasetyo membawa berbagai jenis sayuran segar langsung ke dalam ruang kelas. Satu per satu jenis sayur diperlihatkan untuk mengenalkan nama, kandungan vitamin, hingga fungsi spesifiknya bagi ketahanan tubuh.
Pendekatan visual dan taktil ini membuat suasana kelas menjadi dinamis. Siswa tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga diajak berinteraksi, menjawab kuis, hingga menceritakan pengalaman mereka mengonsumsi sayur di rumah.
”Hindari makanan yang kurang sehat dan mulailah membiasakan diri makan sayur setiap hari. Sayur mengandung nutrisi penting yang mampu menjaga imunitas, sehingga tubuh kita tidak mudah terserang penyakit,” ujar Agung di hadapan para siswa.
Metode praktik langsung ini mendapat apresiasi dari Wali Kelas 5B, Ustadzah Razifah. Menurut dia, kehadiran figur orangtua sebagai pengajar memberikan atmosfer baru yang membuat materi edukasi kesehatan lebih mudah diserap oleh anak-anak.
Sinergi Sekolah dan Orangtua
Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ferry Rismawan, menyatakan bahwa keterlibatan orangtua dalam proses belajar-mengajar (parenting education) merupakan bagian dari strategi madrasah untuk menghadirkan pengalaman belajar yang nyata dan bermakna.
”Kegiatan Guest Teacher sangat efektif untuk memperluas wawasan anak-anak melalui perspektif dan pengalaman langsung dari orangtua siswa. Kami berharap kolaborasi ini menumbuhkan kesadaran kolektif peserta didik akan pentingnya menjaga kesehatan melalui makanan,” kata Ferry.
Dampak positif dari pembelajaran ini langsung dirasakan oleh para siswa. Cezil Agustinsyah Putri, salah satu siswi kelas 5B, mengaku menjadi lebih memahami korelasi antara makanan yang ia konsumsi dengan sistem kekebalan tubuhnya.
”Saya senang sekali karena sekarang jadi tahu banyak jenis sayur dan manfaatnya untuk menjaga imun tubuh. Jadi, jangan lupa untuk banyak makan sayur,” ucap Cezil bersemangat.
Melalui program-program inspiratif seperti ini, MI Muhammadiyah 25 Surabaya berupaya mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik dan berkarakter Islami, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak usia dini. (Siti Islaha)





