Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Monday, June 1, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Jelang Iduladha 1447 H, Pelindo Petikemas dan Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Must read

Surabaya, wartapoint — Pemerintah Kota Surabaya bersama PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini diambil melalui penguatan dukungan teknis dan operasional pemeriksaan di sejumlah lapak penjualan ternak yang tersebar di Kota Pahlawan.

​Kegiatan pengawasan intensif ini dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari, mulai 18 hingga 26 Mei 2026. Guna memastikan seluruh ternak aman dikonsumsi, pemantauan ini melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma), hingga kalangan akademisi dan relawan perguruan tinggi.

​Memastikan Syarat Sah dan Kelayakan Konsumsi

​Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menjelaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam agenda ini merupakan wujud kontribusi sosial sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat. Menurutnya, pemenuhan syarat sah ibadah kurban harus berjalan selaras dengan kepastian intergritas kesehatan hewan tersebut.

“Kami tergerak untuk bisa mengedukasi masyarakat bahwa berkurban itu tidak hanya hewannya memenuhi syarat sah, tetapi juga harus dipastikan benar-benar sehat dan layak untuk dikonsumsi. Hewan yang sehat perlu diverifikasi dengan baik melalui pemeriksaan yang sesuai,” ujar Widyaswendra, Rabu (20/5/2026).

​Widyaswendra menambahkan, program ini merupakan keberlanjutan dari komitmen tahun lalu, di mana SPTP telah menginisiasi sertifikasi bagi Juru Sembelih Halal (Juleha). Pada momentum Iduladha tahun ini, SPTP juga menyalurkan 150 ekor hewan kurban ke berbagai wilayah kerja perusahaan di seluruh Indonesia.

​Ratusan Tenaga Medis Diterjunkan ke 31 Kecamatan

​Secara teknis, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengungkapkan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh di 31 kecamatan yang ada di Surabaya. Sedikitnya 190 tenaga medis hewan dikerahkan ke lapangan untuk melakukan penyisiran.

​Hingga Selasa (19/5/2026), tim gabungan tercatat telah memeriksa 61 lapak penjualan hewan kurban. Jumlah ini diproyeksikan akan terus bertambah hingga melampaui 100 lapak menjelang hari H.

​Pemeriksaan dilakukan melalui dua tahapan utama:

  • Pemeriksaan Administratif: Memeriksa kelengkapan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal ternak.
  • Pemeriksaan Fisik (Klinis): Pemantauan kondisi kesehatan visual dan fisik hewan secara langsung oleh dokter hewan di lokasi.

​Antispasi Penyakit Menular Sejak dari Daerah Asal

​Pengendalian kesehatan hewan kurban ini ternyata tidak hanya bertumpu pada hilir atau lapak penjualan, melainkan sudah diantisipasi sejak dari hulu (daerah asal ternak).

​Kepala Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma) Kementerian Pertanian, Edy Budi Susila, menegaskan bahwa lalu lintas ternak yang masuk ke wilayah Surabaya telah melewati seleksi ketat berupa program vaksinasi wajib.

​”Kita memastikan bahwa ternak yang dilalulintaskan itu sudah memenuhi persyaratan. Jadi ternak yang masuk ke sini sudah tervaksin terhadap penyakit Lumpy Skin Disease (LSD), Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dan beberapa penyakit strategis lainnya, sehingga dipastikan ternak dalam kondisi sehat,” pungkas Edy.

​Melalui kolaborasi ketat ini, Pemkot Surabaya dan Pelindo Petikemas optimistis dapat memberikan rasa aman bagi warga muslim di Surabaya dalam menjalankan ibadah kurban dengan khidmat dan higienis. (Armand)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article