Surabaya, wartapoint – Dalam upaya menghadirkan pendidikan berkualitas dan berdaya saing global, Sekolah Adab Kesalehan MBA Spartans SD Muhammadiyah 2 Surabaya menggelar pelatihan pendidik bertema “Standardizing Excellence”. Kegiatan ini berfokus pada penguatan standardisasi, pedagogi, serta metodologi pembelajaran Bahasa Inggris dan Matematika.
Acara yang berlangsung pada Rabu (20/5/2026) di Ruang Aligarh SD Muhammadiyah 2 Surabaya ini dibuka secara resmi tepat pukul 13.30 WIB oleh pembawa acara, Lia Fitrianingrum. Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah bekerja sama dengan Mentari, sebuah penerbit pendidikan yang dikenal fokus pada pengembangan mutu pembelajaran.
Investasi pada Pendidik
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Surabaya, Muhammad Agus Zaki Fanani, dalam sambutannya menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan pilar utama dalam transformasi pendidikan. Menurutnya, metode mengajar yang adaptif dan terus diperbarui akan menciptakan pengalaman belajar terbaik bagi siswa.
“Pendidikan berkualitas dimulai dari guru yang terus bertumbuh,” tegas Zaki.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Pelaksana yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ulfatur Rosyidah. Ia menjelaskan bahwa tantangan zaman menuntut guru untuk memiliki wawasan yang luas.
“Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkuat kompetensi global bagi seluruh pendidik,” ujar Ulfatur.
Pendekatan “Pembelajaran Mendalam”
Sesi pemaparan materi menghadirkan narasumber dari Mentari, yaitu Reza dan Faras, yang mengemas pelatihan secara interaktif. Sebagai pemateri pertama, Reza memaparkan pentingnya visualisasi dalam modul pembelajaran anak usia sekolah dasar. Berdasarkan data dan metodologi modern, buku ajar yang kaya akan gambar dan warna terbukti mampu meningkatkan minat belajar anak secara signifikan.
Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa pendekatan yang diterapkan saat ini telah memenuhi standar pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM), yang bertumpu pada tiga pilar utama:
- Berkesadaran (Mindful Learning)
- Bermakna (Meaningful Learning)
- Menggembirakan (Joyful Learning)
“Zaman sekarang, anak-anak tidak perlu lagi kesulitan menghafal aturan tata bahasa (grammar). Belajar Bahasa Inggris cukup dengan praktik langsung menggunakan buku yang menarik dan penuh warna. Berbeda dengan masa lalu yang bukunya hanya berisi tulisan padat,” ungkap Reza.
Sinergi Antarsekolah
Pelatihan ini tidak hanya dinikmati oleh internal sekolah, melainkan juga memicu antusiasme dari institusi lain. Guru-guru dari beberapa sekolah sejawat, seperti SD Muhammadiyah 7 dan SD Muhammadiyah 13 Surabaya, turut hadir memadati ruang pelatihan.
Untuk menghidupkan suasana, materi pelatihan diselingi dengan simulasi berbagai game pembelajaran Bahasa Inggris dan Matematika. Metode permainan ini dirancang agar dapat langsung diterapkan oleh para guru di kelas mereka masing-masing.
Melalui pelatihan sinergis ini, para pendidik diharapkan tidak hanya membawa pulang teori baru, tetapi juga siap mengimplementasikan metode yang inovatif dan menyenangkan demi mencetak generasi unggul yang siap bersaing di kancah global. (Indira)





