
Surabaya, wartapoint — Ketegangan membuncah di GOR Arena Bandung saat menit-menit akhir babak final Bandung Handball Open Championship 2026 U-23 berlangsung. Papan skor menunjukkan angka imbang, diiringi gemuruh tekanan dari suporter tuan rumah.
Namun, di tengah gempuran serangan yang bertubi-tubi, Arby Ginantaka tampil tenang. Siswa SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX) yang membela tim Bola Tangan (Handball) Kota Surabaya itu berhasil membaca pergerakan bola dengan presisi dan menjaga pertahanan timnya tetap kokoh.
Meski berlaga di kelompok umur U-23—yang didominasi atlet tingkat mahasiswa dan senior—Arby membuktikan bahwa usia muda tak menghalanginya untuk tampil dominan. Kerja kerasnya berbuah manis, tim Bola Tangan Kota Surabaya sukses mengunci kemenangan dan keluar sebagai Juara 1 Nasional.
Benteng Kokoh dan Pengatur Serangan Balik
Sepanjang laga, Arby memegang peranan krusial sebagai jenderal pertahanan tim Surabaya. Tak hanya piawai mematahkan momentum lawan melalui intercept penting, ia juga jeli membaca celah untuk melepaskan umpan presisi.
Aksi bertahan yang solid tersebut berulang kali memicu serangan balik cepat (fast break) yang merepotkan pertahanan lawan. Hingga peluit panjang dibunyikan, determinasi Arby dan kedisiplinan taktik seluruh tim berhasil memastikan piala kejuaraan tingkat nasional tersebut diboyong kembali ke Kota Pahlawan.
“Prinsip saya sederhana: fokus pada proses dan berikan yang terbaik di setiap detiknya. Dukungan dari teman-teman dan pihak SMAMX juga menjadi motivasi besar saya untuk tidak gentar menghadapi lawan yang lebih senior,” ujar Arby.
Buah Ekosistem Pembinaan Sekolah Keberbakatan
Keberhasilan Arby di kancah nasional tak lepas dari ekosistem pembinaan di sekolahnya. SMAMX, yang mengusung konsep sekolah passion dan keberbakatan, terus memberikan ruang serta dukungan fleksibel bagi para siswa untuk mengembangkan potensinya—baik di bidang akademik, seni, maupun olahraga profesional.
Pencapaian Arby yang mampu menaklukkan panggung kejuaraan kelas U-23 ini tidak hanya mengharumkan nama Kota Surabaya, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan tagline Glory SMAMX dalam mencetak talenta muda berprestasi. (Salim/yupan)





