Perjalanan Sancaka, Kenangan Baru Siswa Kelas V Sekolah Kreatif Baratajaya

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Bisa jadi, beberapa tahun mendatang, yang paling diingat siswa kelas V SD Muhammadiyah 16 Surabaya dari perjalanan ke Madiun bukan hanya tempat yang mereka datangi. Bisa jadi justru perjalanan pagi bersama teman-teman yang paling melekat dalam ingatan.

Kenangan itu dimulai di Stasiun Gubeng Baru, Selasa (22/9/2026). Sejak pagi, siswa sudah berkumpul mengenakan seragam outbound biru dan kuning.
Mereka menunggu Kereta Api Sancaka yang akan membawa rombongan menuju Madiun. Ketika kereta mulai terlihat memasuki stasiun, suara siswa spontan terdengar.
“Ayo, keretanya datang!”

Momen sederhana itu segera berubah menjadi kesibukan. Siswa memastikan kelompoknya tetap bersama, mengikuti arahan leader, kemudian bersiap melewati proses boarding pass.
“Sebelum masuk stasiun untuk boarding pass, terlebih dahulu para siswa berbaris dipimpin oleh leader-nya. Setelah itu, tiket dibagikan oleh guru kelas,” kata Ajeng Putri Wulan Ayu, S.Pd.
Kereta Sancaka berangkat pukul 07.00 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Madiun sekitar pukul 08.58 WIB.

Cerita Dimulai dari Kursi Kereta
Ketika kereta mulai meninggalkan Surabaya, perjalanan pun berubah menjadi ruang perjumpaan antarteman.
Siswa yang biasanya bertemu dalam suasana kelas kini berada dalam situasi berbeda. Mereka duduk berdekatan, berbicara lebih santai, melihat pemandangan dari jendela, dan menikmati perjalanan menuju kota tujuan.
“Aku sangat senang bisa naik kereta dengan teman-teman. Seru sekali,” kata Abrisam Putro.

Bagi Aisyah Ayudia Inara Jusuf, perjalanan tersebut juga menyimpan pengalaman berbeda.
“Biasanya naik kereta bersama keluarga. Tapi ini sama teman-teman, senang sekali. Apalagi kita akan outbound ke Madiun,” tuturnya.

Perbedaan itulah yang membuat perjalanan terasa istimewa. Naik kereta mungkin bukan pengalaman baru bagi sebagian siswa. Tetapi naik kereta bersama teman satu angkatan menjadi pengalaman yang berbeda.
Ada teman yang diajak mengobrol. Ada pemandangan yang sama-sama dilihat. Ada candaan yang hanya dimengerti oleh teman sebangku. Ada pula rasa penasaran tentang kegiatan yang akan dilakukan setelah tiba di Madiun.

Tujuan Boleh Berubah, Cerita Tetap Tinggal
Koordinator kelas V SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Dian Permanasari, S.Sos., mengatakan perjalanan tersebut merupakan bagian dari outbound learning yang berlangsung selama tiga hari, 22-24 September 2026.
“Outbound kelas V akan dilaksanakan di Kopasgat Madiun. Selain Kopasgat sebagai lokasi outbound, ada beberapa tempat yang akan kami kunjungi,” katanya.

Rombongan dijadwalkan mengunjungi home industry brem di Caruban, Benteng Van Den Bosch, Lanud Iswahjudi, dan Telaga Sarangan.
“Jadi, siswa tidak hanya mengikuti kegiatan outbound, tetapi juga mengunjungi beberapa tempat yang sudah kami agendakan,” jelas Dian.

Selama kegiatan outbound, siswa akan mendapatkan pendampingan dari personel TNI AU Kopasgat.
“Selama berkegiatan tiga hari, siswa akan dipandu langsung oleh bapak-bapak TNI AU Kopasgat,” imbuhnya.

Namun, sebelum sampai pada berbagai agenda tersebut, siswa sudah memiliki satu cerita untuk dibawa pulang.

Cerita tentang pagi di Stasiun Gubeng Baru. Tentang suara teman ketika kereta datang. Tentang duduk bersama sepanjang perjalanan. Tentang pemandangan yang bergerak di balik jendela. Dan tentang tawa yang mungkin tidak akan terdengar lagi dengan suasana yang sama ketika mereka kembali ke sekolah.
Sancaka akhirnya bukan hanya menjadi kendaraan menuju Madiun. Perjalanan itu menjadi halaman pertama dari kenangan bersama siswa kelas V.
(Ahmad Mahmudi)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article