Mahasiswa KKN UMSURA Kenalkan Teknologi Pengering Padi dan Jagung untuk Bantu Petani Banjarsari

Must read

Surabaya, wartapoint – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) menggelar sosialisasi dan demonstrasi teknologi tepat guna pengering padi dan jagung di Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (1/8). Kegiatan ini diikuti 51 peserta yang terdiri atas mahasiswa KKN UMSURA dan masyarakat Desa Banjarsari.

Program tersebut bertujuan memperkenalkan teknologi pengering padi dan jagung sebagai solusi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pascapanen. Melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, petani diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kondisi cuaca, terutama saat musim hujan yang kerap menghambat proses pengeringan hasil panen.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMSURA memaparkan pentingnya penerapan teknologi tepat guna di sektor pertanian. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan alat pengering padi dan jagung, fungsi dan prinsip kerja alat, manfaat penggunaan, keunggulan dibandingkan metode pengeringan konvensional, hingga tata cara pengoperasiannya agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak menyaksikan demonstrasi penggunaan alat secara langsung. Demonstrasi ini memberikan gambaran nyata mengenai cara kerja teknologi pengering sehingga masyarakat dapat memahami penerapannya dalam kegiatan pertanian sehari-hari.

Kepala Desa Banjarsari mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan mahasiswa KKN UMSURA selama mengabdi di desa tersebut. Menurutnya, program-program yang dilaksanakan tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Seluruh kegiatan teman-teman KKN ini tidak hanya sekadar menjalankan program kerja, tetapi benar-benar hadir untuk mencarikan solusi bagi kebutuhan dan permasalahan yang ada di Desa Banjarsari. Kami berharap ilmu dan inovasi yang diberikan dapat terus bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Saiful Ibnu Hamzah, S.Ag., M.A., menjelaskan bahwa teknologi pengering padi dan jagung dirancang sebagai solusi bagi petani yang kesulitan mengeringkan hasil panen saat musim hujan.

“Alat ini dibuat untuk membantu menyelesaikan masalah yang sering dihadapi petani. Ketika musim hujan dan padi maupun jagung tidak dapat kering dengan bantuan sinar matahari, maka teknologi pengering ini dapat menjadi solusi agar proses pengeringan tetap berjalan dan kualitas hasil panen tetap terjaga,” jelasnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan peserta, mulai dari cara pengoperasian alat, kapasitas pengeringan, biaya operasional, hingga peluang penerapannya dalam aktivitas pertanian sehari-hari.

Salah seorang warga Desa Banjarsari mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi petani.

“Kami sangat senang dengan adanya sosialisasi ini. Selama ini ketika musim hujan kami sering kesulitan mengeringkan hasil panen. Semoga teknologi seperti ini dapat terus dikembangkan dan nantinya benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMSURA berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemanfaatan teknologi tepat guna dalam mendukung sektor pertanian. Inovasi yang diperkenalkan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses pascapanen, menjaga kualitas hasil panen, serta mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani di Desa Banjarsari.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara Dosen Pembimbing Lapangan, Kepala Desa beserta perangkat desa, mahasiswa KKN UMSURA, dan seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung kemajuan sektor pertanian melalui penerapan teknologi tepat guna.

(Sa’ad Ihya’ Uddin)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article