Banten, wartapoint — Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Dai Komunitas Muhammadiyah se-Banten secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (1/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis organisasi dalam memperkuat kapasitas para dai guna menghadapi tantangan dakwah di era digital sekaligus memperluas jangkauan dakwah komunitas.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini telah mengubah pola komunikasi dan cara masyarakat dalam memperoleh pengetahuan agama. Oleh karena itu, para dai dituntut untuk tidak hanya terampil di mimbar masjid, tetapi juga harus mampu menguasai “mimbar virtual”.
“Dai hari ini bukan hanya mereka yang mampu berbicara di hadapan jemaah di masjid, tetapi juga mereka yang mampu menyampaikan nilai-nilai Islam di ruang digital. Mimbar dakwah kini juga hadir di media sosial, platform digital, dan berbagai ruang virtual yang setiap hari diakses oleh masyarakat,” ujar Arifin saat memberikan sambutan, Senin.
Menurut Arifin, kehadiran dai di ruang digital merupakan kebutuhan yang mendesak. Ia mengingatkan, jika ruang-ruang virtual tersebut tidak segera diisi dengan pesan-pesan keislaman yang mencerahkan, dikhawatirkan ruang tersebut akan dipenuhi oleh narasi-narasi negatif yang tidak membawa manfaat bagi umat.
Dakwah Komunitas Berbasis Solusi Nyata
Selain mendorong pemanfaatan teknologi, Arifin juga menggarisbawahi esensi dari dakwah komunitas. Menurutnya, pendekatan ini tidak boleh berhenti pada penyampaian ceramah semata, melainkan harus menyentuh aspek pendampingan dan pemberdayaan.
“Dakwah komunitas mengajarkan kita untuk hadir bersama masyarakat, memahami persoalan mereka, dan membantu menghadirkan jalan keluar. Dakwah tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang membawa manfaat dan perubahan,” kata Arifin menjelaskan.
Melalui pendekatan ini, Muhammadiyah berharap dapat menyasar berbagai kelompok masyarakat secara lebih spesifik, inklusif, dan berbasis pada kebutuhan riil di lapangan.
Penguatan Kompetensi dan Strategi
Dalam bimtek tersebut, para peserta menerima sejumlah materi pokok untuk meningkatkan kompetensi dakwah mereka dari berbagai aspek, antara lain:
- Islam Berkemajuan: Disampaikan oleh Dr. Suhardin, M.Pd., materi ini menekankan pentingnya pemahaman Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap kokoh berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah.
- Strategi Dakwah Komunitas: Dipaparkan oleh Dr. Tohirin Sanmiharja, S.H.I., M.Pd.I., yang mengulas pendekatan dakwah berbasis kebutuhan masyarakat serta teknik membangun kedekatan dengan komunitas sasaran.
- Fikih Ibadah: Materi mengenai praktik ibadah yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW diberikan oleh Mufid Habib Musthofa, M.Si., sebagai landasan penguatan pemahaman keagamaan para dai.
- Penguasaan Media Digital: Pada sesi pengarahan, Kamarul Zaman, S.E. memberikan pembekalan teknis mengenai pemanfaatan teknologi informasi agar pesan dakwah dapat dikemas secara menarik, mencerahkan, sekaligus menggembirakan.
Melalui pembekalan yang komprehensif ini, LDK PP Muhammadiyah berharap dapat mencetak dai-dai komunitas di wilayah Banten yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga peka terhadap dinamika sosial serta fasih bergerak di dunia digital.
”Dakwah masa depan adalah dakwah yang mampu menjangkau hati manusia di mana pun mereka berada. Karena itu, dai Muhammadiyah harus siap hadir di tengah masyarakat sekaligus menjadi penerang di ruang-ruang virtual,” pungkasnya. (yupan)





