Jakarta, wartapoint – Pengurus Rumah Sakinah Muhammadiyah menyalurkan bantuan logistik dan donasi tunai bagi ratusan warga yang terdampak musibah kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).
Kebakaran hebat yang melanda kawasan padat penduduk tersebut pada awal Juni ini menghanguskan ratusan bangunan. Akibatnya, sekitar 300 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan sebagian di antaranya hingga kini terpaksa bertahan di tenda-tenda pengungsian darurat.
Penyaluran bantuan ini dilakukan secara langsung oleh jajaran pengurus di lokasi permukiman yang terdampak serta titik-titik posko pengungsian warga.
Ringankan Beban Pengungsi
Adapun bantuan yang didistribusikan meliputi kebutuhan pokok harian yang mendesak, seperti pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah, makanan siap saji, air mineral, hingga donasi berupa uang tunai. Seluruh bantuan tersebut dihimpun dari para donatur yang bergerak bersama untuk aksi kemanusiaan ini.
Wakil Ketua Rumah Sakinah Muhammadiyah, Bunda Zalnis Bachtiar, menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud nyata dari semangat tolong-menolong dan solidaritas antar-sesama.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi ujian berat ini. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan menggantikan apa yang telah hilang dengan yang lebih baik,” ujar Bunda Zalnis saat menyerahkan bantuan di lokasi.
Dalam aksi kemanusiaan ini, Bunda Zalnis hadir didampingi oleh jajaran pengurus Rumah Sakinah Muhammadiyah lainnya, antara lain Bunda Ecih, Bunda Cici, Bunda Titik, Bunda Okta, Bunda Anna, serta Febri Amirullah.
Komitmen Keberlanjutan Aksi Kemanusiaan
Pihak Rumah Sakinah Muhammadiyah juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur dan relawan yang telah bergerak cepat dalam penggalangan dana serta logistik. Berkat sinergi tersebut, proses distribusi bantuan dapat berjalan lancar dan langsung tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan.
Melalui aksi bertajuk “Bersama Menguatkan, Bersama Meringankan Beban Sesama” ini, lembaga sosial keagamaan tersebut menegaskan komitmennya untuk terus hadir mengawal masa pemulihan para korban, khususnya dalam memastikan kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi selama berada di pos penampungan. (Red)





