Surabaya, wartapoint – Suasana haru dan bangga menyelimuti Aula AR. Fachruddin pada Sabtu (6/6), saat SMP Muhammadiyah 11 Surabaya (SMP MUVEN) menggelar prosesi Purnasiswa Kelas IX Tahun Ajaran 2025-2026. Sebanyak 105 siswa resmi dilepas untuk melanjutkan estafet pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Mengangkat tema “Terbang Tinggi Meraih Mimpi, Membawa Bekal Ilmu dan Budi Pekerti”, acara ini menjadi momentum refleksi mendalam mengenai esensi pendidikan yang tidak sekadar mengejar capaian akademis formal.
Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Bidang Dikdasmen & PNF, H. Sutikno, S.Sos, M.H., dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk melihat proses kelulusan melampaui lembar ijazah dan deretan angka statistik nilai.
“Biasanya, sebuah sambutan kelulusan diawali dengan laporan kelulusan atau siapa meraih peringkat berapa. Namun hari ini, saya ingin mengajak kita semua melihat hal yang jauh lebih berharga. Saya ingin kita merayakan sebuah perjalanan, ketangguhan, dan cinta yang tulus,” ujarnya.
Generasi Tangguh di Tengah Gempuran Digital
Sutikno mengapresiasi perkembangan mental dan spiritual para alumni Kelas IX yang dinilainya tumbuh menjadi generasi unik dan kuat. Menurutnya, para siswa telah berhasil melewati masa-masa transisi remaja di tengah dunia yang berubah cepat dan penuh ketidakpastian tanpa kehilangan arah.
”Kalian berhasil membuktikan hari ini bahwa kalian bukan generasi yang rapuh! Di sekolah ini, kalian tidak hanya menghafal rumus matematika atau teori sains. Kalian telah belajar bagaimana bangkit saat jatuh, merangkul teman yang kesulitan, dan menjaga akhlak di tengah gempuran dunia digital,” tegasnya.
Menyelaraskan dengan tema purnasiswa, ia memberikan analogi mendalam mengenai filosofi burung yang terbang. Sutikno mengingatkan para lulusan bahwa kesuksesan masa depan membutuhkan keseimbangan yang kokoh antara kecerdasan intelektual dan keluhuran moral.
”Seekor burung tidak akan pernah bisa terbang tinggi jika ia hanya mengepakkan satu sayap. Ilmu adalah sayap kananmu, dan budi pekerti adalah sayap kirimu. Jika hanya salah satu yang kuat, kalian hanya akan berputar-putar di tempat atau bahkan jatuh. Namun dengan mengimbangi ilmu yang tinggi dengan akhlakul karimah, tidak ada langit yang terlalu tinggi untuk kalian taklukkan!” cetusnya memotivasi.
Apresiasi untuk Air Mata dan Doa Orang Tua
Suasana aula sempat hening sejenak penuh haru ketika Sutikno mengajak para siswa memandang wajah orang tua mereka masing-masing. Ia menegaskan bahwa keberhasilan 105 anak yang berdiri di panggung purnasiswa hari ini merupakan buah dari pengorbanan tanpa batas di ruang domestik keluarga.
”Demi Allah, keberhasilan mereka berdiri di panggung purnasiswa ini bukanlah semata-mata karena kehebatan guru di sekolah. Keberhasilan ini adalah wujud dari setiap tetes keringat ayah yang bekerja keras, setiap bait doa ibu yang bergetar di sepertiga malam, dan setiap pengorbanan yang Bapak-Ibu berikan tanpa pernah meminta balasan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para wali murid atas kepercayaan penuh yang diberikan kepada SMP MUVEN dalam mendidik dan menempa putra-putri mereka selama tiga tahun terakhir.
Pesan untuk Masa Depan: Jangan Paksa Anak Jadi Replika Masa Lalu
Menutup sambutannya, Wakil Ketua PCM Krembangan ini mengingatkan bahwa tantangan setelah kelulusan justru akan semakin besar, terutama saat anak-anak memasuki jenjang SMA/SMK dengan dinamika pergaulan yang lebih kencang. Ia berpesan agar para orang tua tidak mengekang potensi anak.
”Mari kita lepaskan mereka untuk terbang tinggi meraih mimpinya, namun jangan pernah lepaskan tali doa kita untuk mereka. Jangan paksa mereka menjadi replika masa lalu kita, melainkan dukung mereka menjadi versi terbaik dari masa depan mereka sendiri,” pesannya.
Kepada 105 alumni, Sutikno melepas mereka dengan optimisme tinggi agar menjadi pemimpin, pengusaha, ulama, dan ilmuwan masa depan, tanpa melupakan akar spiritualnya.
”Setinggi apa pun kalian terbang, sejauh apa pun kalian merantau, jangan pernah lupakan bumi tempat kalian berpijak: jagalah ibadahmu, muliakan orang tuamu, dan jaga nama baik almamatermu. Bawa nama besar SMP Muhammadiyah 11 Surabaya di setiap helai napas perjuangan kalian,” pungkasnya. (yupan)





