Surabaya, wartapoint – Atmosfer penuh keberkahan dan rasa haru mewarnai Aula Mas Mansyur, Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada Sabtu (6/6/2026). Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya menggelar agenda sakral, yakni Wisuda Al-Qur’an Bil Hifdzi & Bin Nadzor untuk tahun akademik 2025-2026.
Prosesi wisuda kali ini mengusung tema yang sangat menyentuh hati: “Cinta Al-Qur’an, Cahaya Masa Depan”. Tema ini merefleksikan visi besar sekolah dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dan penerang langkah hidup mereka.
Ungkapan Haru dan Bangga Perwakilan Wali Murid
Momen wisuda ini terasa semakin khidmat saat Bunda Siti Fauziah, M.Si., CBHC, naik ke atas podium untuk memberikan sambutan sebagai perwakilan dari seluruh wali murid. Kehadiran ibunda dari ananda Rizqina Khalila ini membawa pesan emosional sekaligus motivasi spiritual yang mendalam bagi seluruh hadirin.
Dalam sambutannya, Bunda Siti Fauziah menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tak terhingga kepada kepala sekolah, jajaran asatidz, serta seluruh guru Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya.
Menurutnya, kesabaran dan bimbingan dari para guru/asatidz lah yang berhasil mengantarkan anak-anak hingga mampu menuntaskan hafalan dan bacaan Al-Qur’an dengan baik.
”Melihat anak-anak berdiri di panggung ini mengenakan mahkota kelulusan Al-Qur’an adalah hadiah terbesar bagi kami sebagai orang tua. Terima kasih kepada para guru yang telah menanamkan kecintaan pada kitab suci ini ke dalam dada anak-anak kami,” ungkapnya penuh haru.
Pesan Penting: Menjaga Hafalan di Tengah Arus Zaman
Sebagai seorang ibu dan profesional di bidang pengembangan karakter (Certified Behavioral Health Coach / CBHC), Bunda Siti Fauziah menitipkan pesan mendalam bagi para wisudawan dan orang tua, yakni:
Pertama, untuk para penghafal Al-Qur’an cilik: ia mengingatkan bahwa wisuda ini bukanlah akhir dari interaksi dengan Al-Qur’an. Momentum ini justru awal dari kewajiban yang lebih besar untuk menjaga (muraja’ah), mengamalkan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai benteng moral di tengah perkembangan teknologi dan zaman modern.
Kedua, untuk sinergi orang tua: ia mengajak seluruh wali murid untuk menjaga iklim religius di rumah masing-masing. Menurutnya, konsistensi anak-anak dalam menjaga Al-Qur’an sangat bergantung pada dukungan, keteladanan, dan doa yang terus mengalir dari orang tua.
Harapan untuk Almamater dan Generasi Qur’ani
Menutup untaian kalimatnya, Bunda Siti Fauziah menyelipkan harapan besar agar Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya terus konsisten menjadi laboratorium pendidikan Islam yang unggul di Surabaya.
“Saya berharap dari rahim sekolah ini akan terus lahir generasi-generasi penghafal Al-Qur’an baru yang siap menjadi pemimpin masa depan yang berakhlak mulia,” pungkasnya. (yupan)





