Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, June 12, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Menghadirkan Realitas Industri ke Ruang Kelas: Ikhtiar MI Muhammadiyah 25 Surabaya Membumikan Pembelajaran

Must read

Surabaya, wartapoint — Teori di dalam buku teks sering kali terasa berjarak dengan kehidupan sehari-hari bagi siswa sekolah dasar. Menjembatani celah tersebut, MI Muhammadiyah 25 Surabaya menggelar program Guest Teacher (Guru Tamu) dengan menghadirkan praktisi industri langsung ke ruang kelas pada Kamis (11/6/2026).

​Langkah ini diambil sebagai bentuk inovasi pembelajaran kontekstual agar siswa dapat memahami korelasi antara materi sekolah dengan dunia kerja nyata.

​Dalam kesempatan kali ini, siswa kelas 3B mendapatkan pemaparan materi dari Achmad Fariz, seorang praktisi Sales Marketing PT Mowilex Indonesia. Kehadirannya tidak hanya sebagai representasi industri, melainkan juga bentuk kontribusi wali murid, di mana Fariz merupakan orang tua dari salah satu siswa kelas tersebut, Muhammad Fattah.

​Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ferry Rismawan, M.Pd.I., menegaskan bahwa kehadiran orang tua di dalam kelas merupakan bagian dari kolaborasi strategis institusi pendidikan dengan keluarga.

​”Ketika orang tua hadir berbagi pengalaman profesinya di sekolah, siswa memperoleh wawasan yang lebih luas sekaligus inspirasi untuk menumbuhkan cita-cita sejak dini. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berkembang sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan nyata,” kata Ferry.

​Sains Warna dan Integrasi Matematika

​Di hadapan para siswa, Achmad Fariz membedah dunia cat dan warna dari sudut pandang sains sederhana serta aplikasinya dalam industri konstruksi. Siswa tidak hanya dikenalkan pada fungsi estetika cat, tetapi juga fungsi teknisnya sebagai pelapis pelindung struktur bangunan dari degradasi lingkungan.

​Pemaparan menjadi lebih dinamis saat Fariz mengurai teori warna, mulai dari klasifikasi warna primer (merah, kuning, biru), sekunder, tersier, hingga fungsi warna netral sebagai penyeimbang visual. Edukasi pun diperdalam dengan menyentuh aspek psikologi warna yang memengaruhi suasana ruang, seperti impresi tenang pada warna biru atau efek stimulasi kreativitas pada warna ungu.

​”Teknologi pencampuran warna modern saat ini bahkan mampu menghasilkan hingga sekitar 7.000 variasi warna yang berbeda,” ujarnya.

​Uniknya, kelas tidak berhenti pada teori seni visual. Pembelajaran dirancang lintas disiplin dengan mengintegrasikan materi Matematika. Para siswa diajak melakukan simulasi numerik untuk menghitung kebutuhan volume kaleng cat yang diperlukan guna menutup luasan dinding sebuah ruangan. Lewat metode ini, siswa diperlihatkan secara konkret bagaimana fungsi aritmetika digunakan dalam penyelesaian masalah di dunia profesi.

​Sinergi Merawat Antusiasme Belajar

​Pendekatan praktis ini terbukti memantik daya kritis anak-anak. Syaina Faiha Asyarani, salah satu siswi kelas 3B, mengungkapkan pengalamannya yang mengesankan selama sesi yang berlangsung satu jam tersebut.

​”Seru sekali. Kita jadi tahu bagaimana cat diproduksi, mengenal ribuan jenis warna, dan ada tantangan tanya jawab. Kalau bisa waktunya lebih lama, jangan hanya satu jam,” ungkap Syaina.

​Melihat respons positif tersebut, Wali Kelas 3B, Ustadzah Dewi, menyampaikan apresiasinya atas kesediaan praktisi industri yang meluangkan waktu secara sukarela untuk mengajar. Menurutnya, pengalaman sensorik melihat alat-alat kerja asli seperti rol, baki cat, hingga alat semprot memberikan impresi yang jauh lebih kuat dibanding sekadar melihat gambar di buku.

​Di akhir sesi, Achmad Fariz memberikan pesan motivasi bagi para siswa untuk menjaga konsistensi belajar dan memelihara rasa ingin tahu terhadap perkembangan teknologi di sekitar mereka.

​Melalui program rutin ini, MI Muhammadiyah 25 Surabaya berupaya mengubah paradigma belajar pasif menjadi eksploratif, sekaligus menjadi model berskala kecil bagaimana sektor pendidikan dasar dapat bersinergi secara harmonis dengan komunitas orang tua dan dunia usaha. (Siti Islaha)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article