Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, June 12, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Ikhtiar SD Muhammadiyah 3 Surabaya Merawat Keistiqomahan Generasi Penghafal Al-Qur’an

Must read

Surabaya, wartapoint — Halaman SD Muhammadiyah 3 Surabaya (MUDIGA) menjadi saksi khidmatnya prosesi kelulusan Program Tahfidz Al-Qur’an pada Kamis (11/6/2026). Melalui pembinaan intensif yang berjalan berkelanjutan selama delapan bulan, para siswa lembaga pendidikan tersebut berhasil menuntaskan target hafalan Al-Qur’an untuk Juz 30, Juz 29, dan Juz 28.

​Capaian ini tidak diraih secara instan. Para peserta didik harus melewati rangkaian tahapan pembelajaran yang ketat dan berkesinambungan, mulai dari bimbingan takhsis (pengkhususan), murojaah (pengulangan hafalan), hingga metode tasmi’ (memperdengarkan hafalan di hadapan penguji). Proses panjang ini dirancang bukan sekadar untuk mengejar kuantitas hafalan, melainkan sebagai sarana pembentukan karakter Qur’ani yang kokoh.

​Kepala SD Muhammadiyah 3 Surabaya, M. Ali Imron, S.Ag., menegaskan bahwa program tahfidz merupakan pilar utama dari identitas sekolah yang mengusung slogan “Sekolah Mujahid Qur’an”. Slogan tersebut diaktualisasikan melalui upaya sistematis menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam diri seluruh peserta didik.

​”Sekolah Mujahid Qur’an adalah ikhtiar untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan peserta didik. Dengan memahami, mempelajari, dan menghafalkannya, kami berharap cahaya Al-Qur’an senantiasa menaungi perjalanan hidup siswa, sejak mereka belajar di sekolah ini hingga kelak terjun di tengah masyarakat,” ujar Ali Imron.

​Menjaga Nilai di Luar Lisan

​Pada perhelatan tahun ini, panitia mengusung tema “Hamlatul Qur’an: Di Lisan Terjaga, Di Hati Bertahta”. Tema tersebut membawa pesan mendalam bahwa seorang penghafal Al-Qur’an mengemban tanggung jawab yang melampaui kemampuan verbal.

​Elok Nur Latifah, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa kemuliaan Al-Qur’an baru akan sempurna ketika nilai-nilainya tercermin langsung dalam akhlak dan perilaku sehari-hari.

“Sebagai Hamlatul Qur’an, sudah sepatutnya kita terus istiqomah dalam menapaki jalan kebaikan, mengejar rida Allah SWT, meneladani Rasulullah SAW, serta berbakti kepada kedua orang tua,” kata Elok menekankan pentingnya implementasi moral pasca-kelulusan.

​Senada dengan hal tersebut, Koordinator Tahfidz MUDIGA, Bapak Hakim, mengingatkan para wisudawan bahwa interaksi setiap individu dengan Al-Qur’an memiliki dinamika yang unik. Ada siswa yang cepat menghafal namun belum sempat mengkhatamkan, ada yang sudah khatam namun belum sepenuhnya lancar, dan ada pula yang berjuang keras menjaga kelancarannya.

​”Oleh karena itu, fokus utama para siswa harus diletakkan pada upaya mengejar keistiqomahan,” tutur Hakim. Keberhasilan sejati, lanjutnya, diukur dari konsistensi menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an secara berkelanjutan.

​Tantangan di Jenjang Lanjutan

​Ujian kedisiplinan sesungguhnya justru akan dimulai saat para siswa menyelesaikan pendidikan di tingkat dasar. Pesan pemantik semangat ini disampaikan oleh Choirul Amin, M.Pd.Gr., khususnya bagi para lulusan kelas VI yang akan segera meninggalkan bangku SD.

​Choirul berpesan agar atmosfer kedekatan dengan Al-Qur’an yang telah terbentuk selama delapan bulan terakhir tidak lantas memudar di lingkungan baru nanti.

​”Untuk ananda yang sudah lulus kelas VI, di jenjang berikutnya teruslah istiqomah meneruskan hafalan. Syukur-syukur dapat meningkatkan capaian dengan mengkhatamkan satu juz demi satu juz, serta senantiasa memperbaiki kualitas bacaan agar semakin baik dan benar,” pungkasnya.

​Prosesi kelulusan ini menjadi bukti komitmen MUDIGA dalam mencetak generasi hafidz dan hafidzah yang seimbang antara kecerdasan spiritual dan kesalehan sosial, menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas hidup di tengah tantangan zaman. (Rohman)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article