Surabaya, Wartapoint.id – Suasana akrab dan penuh kekeluargaan terasa begitu kental di ruang Kelas 1 SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas), Sabtu (13/6/2026). Siang itu, para wali murid berkumpul untuk mengikuti agenda penting, yakni pemilihan Ketua Ikatan Wali Murid (IKWAM) periode 2026-2028.
Meski mengusung agenda pemilihan, suasana yang tercipta jauh dari kesan formal dan kaku. Canda, senyum, serta obrolan hangat antarsesama wali murid mewarnai jalannya acara. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi keluarga besar SD Mumtas.
Ketua Panitia Pemilihan, Nunik Agus Wijayanti atau yang akrab disapa Mama Reta, menjelaskan bahwa proses penjaringan calon ketua telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Dari proses tersebut, muncul dua kandidat yang siap mengemban amanah sebagai Ketua IKWAM, yakni Wiwin Sumirat (Mama Vio) sebagai calon nomor urut 1 dan Vicky Viktoria (Mama Vania) sebagai calon nomor urut 2.
“Keduanya merupakan pengurus IKWAM periode 2024-2026 yang selama ini aktif mendukung berbagai program sekolah,” ungkap Mama Reta.
Sebelum proses pemungutan suara dimulai, Ketua IKWAM periode 2024-2026, Halimatuz Zuriyah atau yang akrab disapa Mama Atta, menyampaikan sambutan perpisahan yang penuh haru. Ia mengenang perjalanan kepengurusan selama dua tahun terakhir yang diwarnai semangat kebersamaan dalam mendampingi dan mendukung program-program sekolah.
“Selama dua tahun ini kami membersamai SD Mumtas, mengawal dan ikut menyukseskan berbagai program sekolah serta menjadi jembatan komunikasi antara orang tua dan sekolah. Alhamdulillah, berbagai agenda IKWAM dapat terlaksana dengan baik. Kami juga memohon maaf apabila selama kepemimpinan kami masih ada kekurangan dalam merespons berbagai persoalan maupun kebutuhan wali murid,” tuturnya.
Mama Atta juga menitipkan pesan kepada calon ketua terpilih agar mampu merangkul seluruh pengurus dan menciptakan suasana kerja yang nyaman.
“Ketua harus bisa merangkai seluruh pengurus menjadi satu tim yang solid, membuat suasana kerja nyaman sehingga semua bisa bekerja dengan ikhlas. Selain itu, ketua juga harus mampu menjadi jembatan yang baik antara sekolah dan wali murid serta mampu membagi tugas dengan baik, bukan mendominasi pekerjaan,” pesannya.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 10 Surabaya, M. Khoirul Anam, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para wali murid. Menurutnya, keterlibatan orang tua merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.
“Pendidikan yang baik tidak dapat berjalan hanya oleh sekolah. Keberhasilan anak-anak merupakan hasil sinergi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Karena itu, keberadaan IKWAM sangat penting sebagai wadah komunikasi, kolaborasi, dan silaturahmi antara wali murid dengan sekolah,” ujar alumnus Magister Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut.
Anggota Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu berharap IKWAM dapat terus menjadi mitra strategis sekolah dalam memberikan masukan yang konstruktif dan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta menyenangkan bagi para siswa.
Dalam suasana yang cair, pria asal Lamongan tersebut sempat melontarkan candaan yang langsung disambut gelak tawa peserta.
“Tidak ada serangan fajar kan tadi pagi?” ujarnya sambil tersenyum, yang langsung membuat ruangan riuh oleh tawa hadirin.
Ia kemudian menambahkan pesan yang mengundang anggukan para wali murid.
“Menjadi pengurus IKWAM itu tugas sosial yang tidak ada gajinya. Tapi insyaallah banyak pahalanya,” katanya.
Menutup sambutannya, Khoirul Anam berharap siapapun yang terpilih nantinya dapat menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, menjadi penghubung yang baik antara sekolah dan orang tua, serta mampu menggerakkan semangat kebersamaan demi kemajuan pendidikan anak-anak SD Mumtas.
(Abi Faren)





