Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Saturday, June 13, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Harmoni Angklung-Kolintang Tim The Six Es Pukau Hadirin Purnawiyata SD Musix

Must read

Surabaya, wartapoint – Nuansa budaya tradisional yang megah langsung terasa pada pembukaan jalannya Purnawiyata dan Pelepasan Siswa Kelas VI SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix). Acara khidmat ini digelar di Aula KH Mas Mansyur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Kertomenanggal, Surabaya, Sabtu (13/6/2026).

Sebelum prosesi sakral wisuda dimulai, atmosfer gedung disulap menjadi penuh semangat berkat penampilan memukau dari tim musik sekolah, The Six Es. Kelompok seni ini menyuguhkan kolaborasi instrumen musik yang apik antara getaran bambu angklung dan denting kayu kolintang. Mereka dengan apik membawakan dua buah lagu daerah yang populer, yakni lagu Surabaya dan lagu asal Sulawesi Utara, Sipatokaan.

Alunan nada tradisional yang berpadu dinamis tersebut sukses menyihir dan memikat perhatian ratusan hadirin yang memadati area aula. Denting angklung dan tabuhan kolintang dari para siswa tidak sekadar menjadi hiburan pembuka seremonial belaka, melainkan menjadi panggung pembuktian atas besarnya potensi seni dan kreativitas luar biasa yang dimiliki oleh anak-anak didik SD Musix.

Tampil dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, tim The Six Es juga memanjakan mata penonton lewat perpaduan kostum panggung yang sangat serasi dan elegan. Para pemain putri tampil menawan mengenakan busana bernuansa hitam pekat dipadukan dengan kerudung biru cerah yang anggun. Sementara itu, para pemain putra tampil tidak kalah gagah dengan setelan pakaian hitam yang dilengkapi dengan ikatan slayer warna merah menyala di leher.

Gemuruh tepuk tangan meriah dan sorak apresiasi dari seluruh undangan terus mengiringi langkah kaki para pemain cilik ini saat mereka turun dari panggung pertunjukan. Keindahan estetika visual berpadu baju adat modern yang dikenakan para wisudawan sendiri pun menambah kentalnya kemegahan acara hari itu.

Siswa putra tampak mengenakan busana putih motif serasi dilengkapi penutup kepala udeng putih khas, sedangkan siswa putri tampil anggun dengan jilbab putih bersih. Kedekatan batin antara guru dan siswa yang telah terjalin bertahun-tahun di sekolah dasar membuat momen perpisahan ini terasa berat dijalani.

Kesyahduan ini diakui secara jujur oleh ibunda dari Anisa Chandra Tyas Kinanti saat menyaksikan jalannya prosesi pelepasan di kursi undangan. “Kalau boleh jujur, melihat anak-anak tampil luar biasa hari ini membuat saya ingin waktu berhenti saja. Supaya anak saya masih bisa terus bersama dengan teman-temannya serta para ustaz dan ustazah yang sudah kami anggap seperti bagian dari keluarga sendiri,” ungkapnya dengan tatapan penuh haru.

Melalui kemeriahan panggung seni budaya ini, SD Musix membuktikan diri bahwa penanaman karakter Islami di sekolah berjalan beriringan dengan penyaluran bakat minat anak secara seimbang, melahirkan lulusan yang kaya karya dan siap menyongsong masa depan.

(Basirun)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article