Surabaya, wartapoint — Suasana di sekitar Jalan Kenjeran, Surabaya, tampak lebih ramai dan meriah dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WIB, ratusan siswa-siswi Sekolah Mujahid Quran SD Muhammadiyah 3 Surabaya telah berkumpul dengan rapi, bersiap menyambut datangnya Tahun Baru Islam.
Sebanyak 400 siswa dari kelas 1 hingga kelas 5 turut serta dalam aksi pawai berjalan kaki ini. Dengan mengenakan pakaian serba putih—lengkap dengan aksesoris bernuansa Islami seperti gamis, sorban, hingga sarung—para siswa membentuk barisan berkelompok yang teratur sesuai urutan kelas masing-masing.
Kreativitas Pesan di Sepanjang Jalan
Daya tarik utama dari pawai ini adalah deretan poster unik yang dibawa oleh para siswa di sepanjang rute sekitar kompleks sekolah. Poster-poster menarik tersebut merupakan hasil karya mandiri mereka, yang dihiasi berbagai ucapan khas anak sekolah dasar.
Salah satu poster yang mencuri perhatian warga bertuliskan pesan mendalam: “Semangat Muharram: Menebar Maslahat, Menguatkan Umat”. Pesan ini sekaligus menjadi ruh utama dari perayaan pergantian tahun hijriah kali ini.
”Tujuan diadakannya acara tersebut adalah sesuai dengan tema ‘Menebar Maslahat, Menguatkan Umat’, sebagai momentum anak-anak kita semua untuk menjadi lebih baik dan berkualitas dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Zainudin menambahkan bahwa momentum 1 Muharram 1448 H ini sangat tepat karena berdekatan dengan dimulainya tahun ajaran baru. Ia berharap kegiatan ini mampu melecut semangat baru bagi para siswa agar lebih berkualitas dalam belajar serta mengasah kreativitas.
Tradisi Mewarnai dan Harapan Baru
Setelah selesai mengelilingi area sekitar kompleks sekolah, keceriaan anak-anak tidak memudar. Mereka langsung berhamburan masuk ke halaman sekolah untuk mengikuti agenda berikutnya, yaitu lomba mewarnai massal dengan tema Tahun Baru Islam.
Perayaan ini juga menjadi wadah bagi para siswa untuk merefleksikan target dan impian mereka di tahun yang baru. Salah satunya diungkapkan oleh Anbiya Tasmira, siswi kelas 5 yang ikut dalam barisan pawai.
Di momen pergantian tahun Islam ini, Anbiya menyimpan harapan besar dan target spiritual yang ingin dicapainya. “Semoga di tahun ini saya bisa masuk wisuda tahfidh Juz 30,” pungkasnya optimis. (Red)





