Surabaya, wartapoint – Ratusan siswa-siswi Sekolah Teladan Nasional SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya memadati ruang teater Bioskop CGV BG Junction dengan penuh antusias pada Selasa (16/6/2026). Mereka hadir untuk mengikuti agenda Nonton Bareng (Nobar) film edukatif bertajuk “Children of Heaven” bersama keluarga besar Muhammadiyah Ngagel.
Di tengah keceriaan momen liburan sekolah tersebut, film yang diadaptasi oleh sutradara Hanung Bramantyo ini sukses menguras emosi sekaligus memberikan pelajaran moral yang sangat membekas di hati para siswa kelas besar yang mengikuti penayangan sesi siang (pukul 13.00 WIB).
Para siswi tampak ceria menikmati jalannya acara bangku bioskop sebelum lampu studio diredupkan. Namun, begitu film tersebut diputar, suasana berubah menjadi khidmat karena alur ceritanya yang menyentuh.
Salah satu tanggapan dan refleksi mendalam datang dari Divyanisa Oktina Amirah Akbar, siswi kelas 4G SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya. Baginya, kisah perjuangan kakak beradik bernama Ali dan Zahra dalam film tersebut memberikan sudut pandang yang luar biasa tentang kehidupan.
”Filmnya seru sekali dan seru untuk ditonton bareng teman-teman, tapi ceritanya juga bikin terharu. Kisah perjuangan Ali dan Zahra yang harus bergantian memakai satu sepasang sepatu demi bisa tetap bersekolah benar-benar menyentuh hati. Dari film ini, aku belajar kalau kita tidak boleh mudah mengeluh dan harus selalu bersyukur atas apa yang sudah diberikan orang tua kita,” ungkap Divyanisa dengan mata berbinar selepas keluar dari studio.
Tidak hanya menyampaikan kesan pribadinya, Divyanisa juga menitipkan pesan penting yang ditujukan kepada seluruh teman-teman sesama pelajar, khususnya di lingkungan Mudipat Surabaya. Ia berharap kegigihan karakter utama di dalam film bisa menjadi pemantik semangat belajar yang baru.
”Pesan aku untuk teman-teman semua, kita harus mencontoh sifat Ali yang sangat bertanggung jawab, mandiri, dan sayang sekali kepada adiknya. Selain itu, keterbatasan tidak boleh membuat kita malas. Kita yang sekarang punya fasilitas sekolah jauh lebih lengkap dan nyaman harus bisa belajar dengan lebih giat lagi sebagai bentuk rasa syukur,” pungkas siswi kelas 4G tersebut.
Menurut Divyanisa, agenda nobar yang diinisiasi oleh Mudipat Surabaya ini terbukti tidak hanya sukses menjadi media hiburan yang melepas penat pasca-ujian, namun juga efektif sebagai sarana penguatan pendidikan karakter secara langsung dan nyata di luar ruang kelas. (yupan)





