Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Tuesday, June 16, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, 1.000 Siswa Ta’miriyah Surabaya Refleksikan Peristiwa Hijrah Lewat Pawai Ta’aruf

Must read

Surabaya, wartapoint — Menyambut pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, atmosfer syiar Islam terasa kental di kawasan Kota Lama Surabaya pada Senin (15/6/2026). Sebanyak 1.000 siswa-siswi dari Taman Pendidikan Ta’miriyah Surabaya turun ke jalan menggelar aksi Pawai Ta’aruf massal untuk mensyiarkan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat luas.

​Pawai yang berlangsung semarak ini diikuti oleh lintas jenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Ta’mirul Masjid Agung Kemayoran Surabaya, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA. Tidak hanya para pelajar, jajaran guru, wali murid, serta jajaran pimpinan yayasan juga turut membaur berjalan kaki menyusuri rute historis di pusat kota.

Refleksi Historis dan Edukasi Karakter

​Ketua Panitia Pawai Ta’aruf, Khulwani, menjelaskan bahwa agenda kolosal ini didesain bukan sekadar sebagai perayaan seremonial tahunan. Kegiatan ini mengemban misi edukasi yang mendalam guna merefleksikan kembali peristiwa penting migrasi (hijrah) Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dari Makkah menuju Madinah.

​”Melalui pawai peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah ini, kita ingin menunjukkan rasa syukur yang penuh semangat. Sejak dini, siswa-siswa ditanamkan rasa cinta terhadap syiar Islam,” ujar Khulwani.

​Dalam pelaksanaannya, para peserta menempuh rute berjalan kaki sejauh lebih dari 2 kilometer. Rute dimulai dari kompleks sekolah Ta’miriyah, melintasi Jalan Indrapura, Jalan Krembangan, area PTP, kawasan cagar budaya Kota Lama, Markas Polrestabes Surabaya, Kantor Pos, hingga akhirnya kembali ke titik awal sekolah.

​Guna menjaga kelancaran dan keselamatan ribuan peserta di jalur protokol, jalannya kirab mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Uniknya, formasi pawai dikemas adaptif sesuai usia anak. Sementara siswa tingkat SD hingga SMA berjalan kaki, para pesilat cilik dan siswa jenjang TK ikut memeriahkan barisan dengan mengendarai armada mobil jip serta kereta kelinci (odong-odong).

​Sepanjang perjalanan, lantunan salawat Badar terus menggema dari barisan peserta. Suasana tersebut sengaja dibangun untuk menghadirkan imajinasi historis, layaknya kaum Ansar di Madinah yang menyambut hangat kedatangan kaum Muhajirin dari Makkah dengan penuh sukacita.

Spirit Baru Menuju Capaian Positif

​Selain sebagai sarana syiar, momentum tahun baru ini dimanfaatkan internal lembaga untuk merefleksikan capaian positif yang berhasil ditorehkan sekolah selama satu tahun ke belakang.

​Khulwani berharap, pergantian kalender Islam ini dibarengi dengan lahirnya transformasi spiritual dan peningkatan motivasi belajar di kalangan peserta didik.

​”Dengan bergantinya tahun, semoga menjadi pemantik semangat baru bagi anak didik kita untuk menjadi pribadi yang semakin baik, lebih bertakwa, dan lebih dekat dengan Allah SWT,” tambahnya.

​Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Umum Yayasan Ta’mirul Masjid Agung Kemayoran Surabaya, Mohammad Nasir. Ia menekankan bahwa esensi tahun baru Islam terletak pada komitmen melakukan perubahan orientasi hidup secara fundamental, bukan sekadar pergantian angka di kalender.

​Nasir juga menyatakan rasa bangganya atas berbagai torehan prestasi yang berhasil direngkuh oleh siswa-siswi Ta’miriyah, baik di tingkat regional maupun di kancah nasional dalam setahun terakhir. Ia berharap momentum ini mengeskalasi spirit bertumbuh bagi para siswa dalam menggapai cita-citanya.

​”Mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan kepada kita semua. Pergantian tahun ini harus kita jadikan titik awal perubahan; dari yang belum baik menjadi lebih baik, dan dari yang belum bersih menjadi bersih,” pungkas Nasir. (Armand)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article