spot_img
Saturday, July 4, 2026
spot_img
spot_img

Latih Siswa SMP Baitussalam Surabaya Desain via Canva, Tim Pengabdian Dorong Literasi Digital Produktif

Must read

Surabaya, wartapoint – Transformasi digital di dunia pendidikan menuntut peserta didik tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen konten yang kreatif. Memasuki era kecakapan abad ke-21, kemampuan mengolah media visual kini menjadi salah satu pilar literasi digital yang krusial bagi siswa.

​Merespons kebutuhan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat dari perguruan tinggi menyelenggarakan pelatihan penggunaan aplikasi desain grafis Canva bagi 52 siswa kelas IX SMP Baitussalam Surabaya, Jawa Timur.

​Ketua Tim Pengabdian, Muhammad Dzulfikar, menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi untuk menggeser paradigma siswa dalam memanfaatkan gawai (gadget). Berdasarkan observasi awal, mayoritas siswa sudah sangat akrab dengan internet, namun penggunaannya masih didominasi untuk hiburan dan komunikasi visual yang pasif.

​”Literasi digital bukan hanya tentang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai,” ujar Dzulfikar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026).

​Menurut Dzulfikar, Canva dipilih sebagai instrumen pelatihan karena platform ini memiliki antarmuka yang ramah bagi pemula. Melalui platform ini, siswa diajak mengeksplorasi cara menyampaikan gagasan secara visual tanpa harus menguasai perangkat lunak desain yang rumit.

​Mengubah Gawai Menjadi Sarana Karya

​Apresiasi terhadap program ini datang dari pihak sekolah. Perwakilan SMP Baitussalam Surabaya, Roemihana, mengungkapkan bahwa pihak sekolah merasa sangat terbantu dengan adanya intervensi edukasi berbasis teknologi tepat guna ini.

​”Selama ini siswa memang sudah sangat akrab dengan penggunaan gawai, tetapi sebagian besar masih menggunakannya untuk berkomunikasi atau mengakses media sosial. Melalui pelatihan Canva ini, kami berharap siswa mampu mengubah cara pandang mereka terhadap teknologi, dari sekadar sebagai media hiburan menjadi sarana belajar dan berkarya,” kata Roemihana.

​Ia juga berharap kolaborasi strategis antara sekolah dan institusi pendidikan tinggi dapat terus berlanjut guna memicu motivasi para guru dalam mengembangkan metode pembelajaran berbasis multimedia di kelas.

​Praktis Langsung dan Evaluasi Terukur

​Pelatihan dikemas secara interaktif melalui kombinasi pemaparan teori, demonstrasi langsung, hingga sesi workshop praktik. Para siswa kelas IX diperkenalkan pada fitur-fitur fundamental Canva, seperti pembuatan akun, pemanfaatan cetak biru (template), tata letak (layout), komposisi warna, hingga tipografi.

​Pada sesi praktik, para peserta ditantang untuk memproduksi media informasi visual secara berkelompok dengan tema-tema edukatif, seperti poster kebersihan lingkungan sekolah, kampanye hidup sehat, hingga draf presentasi tugas sekolah. Tim pengabdian turun langsung mendampingi untuk memastikan setiap siswa memahami logika operasional aplikasi secara bertahap.

​Untuk mengukur efektivitas program, tim pengabdian menerapkan instrumen evaluasi berupa pretest dan posttest. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikansi pemahaman kognitif dan keterampilan teknis siswa setelah pelatihan usai.

​Sebagai langkah keberlanjutan (sustainability), tim pengabdian turut menyerahkan modul panduan penggunaan Canva kepada pihak SMP Baitussalam Surabaya. Modul ini diproyeksikan sebagai materi pengayaan mandiri bagi siswa maupun guru di lingkungan sekolah agar iklim digitalisasi yang produktif dapat terus terjaga. (Red)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article