spot_img
Friday, July 3, 2026
spot_img
spot_img

​Di Balik Cedera Parah Pemain, Tim “Handball” SMAMX Surabaya Lampaui Target di Piala Wali Kota

Must read

Surabaya, wartapoint – Perjuangan penuh drama, peluh, dan air mata mewarnai kesuksesan Tim B Bola Tangan (Handball) SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX) dalam ajang bergengsi Piala Wali Kota Surabaya 2026.

​Di luar dugaan, tim yang awalnya tidak dibebani target tinggi oleh pihak sekolah ini berhasil mengamankan podium ketiga. Namun, keberhasilan ini harus dibayar mahal lewat sebuah pengorbanan yang mengharukan di lapangan.

​Sejak babak penyisihan dimulai, langkah Tim B SMAMX sebenarnya diprediksi tidak akan mudah. Tim ini sengaja dibentuk dengan komposisi campuran (mix) antara pemain senior kelas 12 dan para pemain junior.

​Strategi ini diambil manajemen sekolah demi mengasah jam terbang dan membentuk mental bertarung para atlet muda, sebagai langkah regenerasi sebelum para senior mereka lulus.

​Ujian Mental di Lapangan

​Skenario di atas kertas tersebut berubah menjadi ujian mental yang sesungguhnya di lapangan. Di babak penentuan yang krusial, tensi pertandingan meningkat begitu tinggi hingga benturan fisik tak lagi terhindarkan.

​Puncaknya, salah satu pemain andalan SMAMX tumbang akibat salah tumpuan saat melakukan tembakan (shooting). Hasil pemeriksaan tim medis pasca-laga membawa kabar pilu: cedera kaki parah memaksa pemain tersebut harus menepi dari lapangan dan menjalani masa pemulihan total hingga enam bulan ke depan.

​Isak tangis sempat pecah di bangku cadangan (bench) pemain. Kehilangan rekan satu tim di tengah laga krusial menjadi pukulan telak. Namun, alih-alih meruntuhkan mental, insiden tragis itu justru menjadi bahan bakar emosional yang luar biasa.

​Para pemain junior dan senior berangkulan, lalu berjanji untuk menuntaskan laga demi rekan mereka yang cedera. Dengan sisa energi dan determinasi tinggi, Tim B SMAMX akhirnya berhasil mengunci kemenangan dan mengamankan trofi Juara 3.

​Melampaui Target Ekspektasi

​Rasa haru sekaligus bangga tidak bisa disembunyikan dari wajah sang pelatih, Coach Axel. Ditemui usai penyerahan piala, ia sangat mengapresiasi daya juang anak asuhnya yang tampil spartan hingga menit akhir.

“Jujur, tim mix ini sebenarnya dibentuk untuk jangka panjang. Fokusnya adalah transisi dan mental pemain junior agar mereka siap memegang tongkat estafet dari para senior. Tapi apa yang mereka tunjukkan di lapangan sungguh luar biasa. Tim ini sudah melampaui target yang kami tentukan sejak awal,” ujar Coach Axel.

​Setelah evaluasi dari turnamen penuh emosi ini, Coach Axel menambahkan bahwa fokus tim akan langsung dialihkan pada pembenahan teknis dan taktis.

​”Target mental sudah terlewati, anak-anak junior terbukti punya nyali. Selanjutnya, tugas kami tim pelatih tinggal mengembangkan variasi permainan dan mematangkan strategi untuk kompetisi-kompetisi berikutnya,” tegasnya.

​Capaian dari lapangan handball ini kembali menegaskan status SMAMX sebagai sekolah keberbakatan yang tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, melainkan juga penanaman nilai solidaritas dan mentalitas pantang menyerah di kalangan siswanya. (Red)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article