Surabaya, wartapoint – Atmosfer ketegangan di ruang lapangan tembak berhasil ditaklukkan oleh Ahmad Faiq Haidar. Siswa kelas 11 SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX) ini tampil memukau dalam Kejuaraan Menembak Piala Walikota dengan sukses memborong tiga medali sekaligus di berbagai kategori bergengsi.
Bagi Faiq, setiap tarikan pelatuk bukan sekadar urusan menekan tombol, melainkan sebuah seni mengendalikan diri, napas, dan mental di bawah tekanan tinggi. Medali yang kini melingkar di lehernya menjadi bukti nyata dari kedisiplinan baja yang ia perjuangkan tanpa mengeluh.
Dominasi Podium di Tiga Kategori Bergengsi
Persaingan di Kejuaraan Piala Walikota berlangsung sangat ketat. Bunyi letupan senjata yang bersahut-sahutan memacu adrenalin setiap peserta yang datang dari berbagai klub menembak. Namun, Faiq menunjukkan mental juara yang dingin dan fokus sekeras baja.
Satu per satu nomor perlombaan berhasil ia lalui dengan konsentrasi mutlak. Hasilnya, Faiq sukses mendominasi podium di tiga kategori dengan tingkat kesulitan jarak dan posisi yang berbeda:
- Juara 1 (Medali Emas): Kategori 3 Posisi 33 Meter
- Juara 2 (Medali Perak): Kategori 3 Posisi 18 Meter
- Juara 3 (Medali Perunggu): Kategori Multirange
Keberhasilan meraih medali di tiga kategori yang berbeda ini membuktikan bahwa Faiq merupakan penembak jitu yang serbabisa dan memiliki kontrol emosi di atas rata-rata.
Ritme Spartan: Sekolah Pagi, Latihan Sore
Prestasi besar ini tidak datang secara instan. Kehidupan sehari-hari Faiq adalah tentang konsistensi tingkat tinggi dalam membagi waktu antara kewajiban akademis dan impian sebagai atlet.
Ketika lonceng sekolah berbunyi di pagi hari, ia adalah seorang siswa SMAMX yang fokus menyerap ilmu di kelas. Namun, begitu jam sekolah usai, ritme hidupnya langsung beralih ke mode kompetisi.
Saat teman-teman sebayanya memilih untuk bersantai, Faiq justru melangkah menuju tempat latihan untuk mengasah memori ototnya dari sore hingga petang. Mengangkat senjata, membidik, mengatur napas, hingga melepaskan tembakan dilakukannya ratusan kali dalam sehari demi akurasi sempurna. Bahkan, hari Sabtu dan Minggu yang merupakan waktu libur sekolah, justru digunakannya untuk meningkatkan intensitas latihan.
Dukungan Penuh Orang Tua dan Sekolah
Di balik ketangguhan Faiq di jalur tembak, ada support system kokoh yang selalu menjaganya. Dukungan dari kedua orang tuanya mengalir tanpa henti, mulai dari memastikan kondisi fisik tetap prima hingga iringan doa di setiap peluru yang dilepaskan. Saat nama Ahmad Faiq Haidar berkumandang sebagai juara, tangis haru dan bahagia orang tuanya pecah di area tribun penonton.
Selain keluarga, prestasi ini membawa kebanggaan besar bagi SMAMX sebagai sekolah keberbakatan yang selalu mendukung penuh passion dan talenta para siswanya hingga mencapai puncak prestasi.
Kisah Faiq menjadi inspirasi berharga bahwa sasaran sesulit apa pun akan bisa ditembus dengan tepat melalui ketenangan, kerja keras tanpa henti, serta restu orang tua yang menyertai.
Glory SMAMX! SMAMX sek liyane ngko!





