
Surabaya, wartapoint – Menyambut Tahun Ajaran 2026/2027, MI Muhammadiyah 28 Surabaya (MIM Dupan) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi digital para pendidiknya. Madrasah ini menggelar pelatihan guru bertajuk “Peran Guru dalam Dunia Digital melalui Konten Positif” yang berlangsung di lingkungan sekolah pada Selasa (7/7/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran guru sebagai bentuk komitmen madrasah dalam membangun budaya literasi digital yang kreatif, edukatif, dan bernilai Islami. Melalui pelatihan ini, guru diharapkan tidak hanya terampil mengajar di kelas, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di dunia maya.
Guru sebagai Arsitek Konten Edukatif
Pelatihan ini menghadirkan Ahmad Nur Muhaimin, S.Ud. sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Muhaimin menekankan bahwa pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial hari ini adalah peluang besar bagi para guru untuk memperluas jangkauan kebermanfaatan mereka.
”Guru di era digital tidak boleh gagap teknologi. Peran pendidik kini meluas menjadi kreator konten yang mampu menyebarkan inspirasi, nilai-nilai kebaikan, serta informasi positif kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya kemampuan guru dalam membaca tren media digital, merumuskan ide yang menarik, serta menyampaikan pesan secara efektif tanpa menanggalkan etika bermedia dan nilai-nilai Islami. Selama sesi materi, suasana tampak interaktif saat para guru aktif berdiskusi mencari strategi terbaik mengemas konten pendidikan yang relevan dengan generasi zillenial saat ini.
Praktik Produksi Konten “MATAMUDA”
Tidak hanya dibekali teori, para peserta langsung ditantang untuk mempraktikkan ilmu yang didapat. Seluruh guru dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja untuk merancang konsep, mengambil gambar, hingga memproduksi video pendek yang siap diunggah ke media sosial resmi madrasah.
Menariknya, materi praktik langsung ini mengangkat tema MATAMUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah). Konten tersebut diproyeksikan sebagai media publikasi sekaligus sarana kreatif untuk memperkenalkan suasana hangat penyambutan peserta didik baru di MIM Dupan.
Melalui simulasi ini, para guru mendapatkan pengalaman langsung dalam mengolah produk digital yang informatif, estetis, sekaligus memikat audiens.
Strategi Dakwah dan Promosi Sekolah
Kepala MI Muhammadiyah 28 Surabaya berharap pelatihan ini dapat menjadi stimulus bagi para guru untuk lebih siap menghadapi tantangan zaman. Media digital kini dioptimalkan bukan sekadar sebagai saluran hiburan, melainkan sebagai pilar dakwah, edukasi, dan promosi sekolah.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang kokoh, MIM Dupan optimistis mampu membangun ekosistem digital yang produktif. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan konten-konten berkualitas yang mencerminkan identitas madrasah yang Islami, unggul, dan berkemajuan. (Tiris Ahmadha/yupan)





