Latih Kemandirian, 46 Anak Asuh Panti Muhammadiyah Gersikan Nikmati Kemah Ceria di Pacet

Must read

- Advertisement -

Mojokerto, wartapoint — Libur sekolah selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh anak-anak. Kegembiraan ini pula yang terpancar dari wajah puluhan anak asuh Panti Asuhan Muhammadiyah Gersikan, Surabaya. Pada Selasa hingga Rabu (7-8 Juli 2026), mereka merayakan puncak liburan sekolah dengan cara yang berbeda dan penuh makna: bertualang dan berkemah di alam terbuka.

​Sebanyak 46 peserta yang terdiri dari anak asuh, pengurus, karyawan, serta perwakilan keluarga pendamping bertolak menuju Klurak Eco Park, Pacet, Mojokerto. Destinasi ini sengaja dipilih setelah melalui proses survei dan persiapan matang oleh pihak pengurus sejak satu bulan lalu.

​Uniknya, keseruan sudah dimulai sejak keberangkatan. Rombongan panti asuhan ini melakukan perjalanan selama 2,5 jam dengan menaiki truk TNI serta kendaraan operasional panti. Semangat pagi dan keceriaan mengiringi sepanjang jalur menuju kawasan pegunungan Mojokerto tersebut.

​Melatih Jiwa Mandiri di Alam Terbuka

​Ketua Panitia, Ustaz Agung, menjelaskan bahwa konsep liburan tahun ini memang sengaja dibuat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Format berkemah dipilih sebagai media edukasi luar ruangan yang efektif.

​”Puncak liburan kali ini dikonsep menjadi acara berkemah. Hal ini kami lakukan untuk melatih jiwa kemandirian anak-anak,” ujar Ustaz Agung.

​Untuk memfasilitasi kegiatan ini, pihak pengurus telah menyiapkan 12 tenda kemah dan 5 gubuk sebagai tempat menginap para peserta. Bagi sebagian anak asuh yang baru bergabung dengan panti, pengalaman tidur di dalam tenda di tengah alam bebas ini menjadi sebuah pengalaman baru yang sangat mengesankan.

​Menanamkan Karakter “BRISD” Lewat Api Unggun

​Malam puncak perkemahan berlangsung hangat di tengah dinginnya udara Pacet. Acara penyalaan api unggun dimeriahkan dengan berbagai penampilan pentas seni yang telah dipersiapkan oleh para anak asuh.

​Dalam kesempatan tersebut, Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Gersikan, Ustaz H. Abu Hasan, memberikan wejangan penting mengenai pembentukan karakter anak. Ia menekankan sebuah program panti yang disingkat menjadi BRISD:

  • B (Bersih): Menjaga kebersihan diri, lingkungan, pakaian, hingga tempat tidur.
  • R (Rapi): Membiasakan diri meletakkan segala sesuatu pada tempatnya, seperti menyusun pakaian dan sandal.
  • I (Indah): Ketika kebersihan dan kerapian terjaga, maka lingkungan akan indah dipandang.
  • S (Sopan): (Nilai pelengkap dalam pembentukan etika dan karakter sehari-hari).
  • D (Disiplin): Disiplin dalam memanfaatkan waktu, terutama untuk ibadah shalat, belajar, dan mengaji.

​”Kesuksesan itu selalu berawal dari kedisiplinan,” tegas Ustaz Abu Hasan di hadapan para peserta kemah.

​Kehangatan malam itu kemudian ditutup dengan acara bakar sosis bersama, mencairkan hawa dingin pegunungan menjadi momen kebersamaan yang akrab.

​Menutup Liburan dengan Kebugaran

​Keesokan harinya, aktivitas dimulai sejak fajar. Usai melaksanakan shalat subuh berjamaah, seluruh peserta mengikuti senam pagi bersama untuk menyegarkan badan. Agenda liburan kemudian ditutup dengan sesi jalan santai menjelajahi keindahan lanskap alam Klurak Eco Park.

​Rasa bahagia pun diungkapkan oleh Irly, salah satu perwakilan anak asuh yang ikut dalam kegiatan tersebut. Ia mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh para pengurus panti.

​”Saya sangat senang dan berterima kasih kepada pengurus karena sudah memberikan liburan ini kepada kami. Semoga di tahun berikutnya bisa lebih menyenangkan lagi dari ini,” tutur Irly dengan senyum mengembang. (Muiz/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article