
Surabaya, wartapoint – Memasuki Tahun Ajaran 2026-2027, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Padi Wojo II Surabaya bergerak cepat memperkuat sinergi dengan para orang tua santri. Langkah ini diawali dengan rangkaian kegiatan evaluasi pemetaan santri yang digelar pada Senin hingga Selasa (13-14 Juli 2026), dan berpuncak pada Pertemuan Wali Santri yang berlangsung khidmat pada Ahad (19 Juli 2026).
Pertemuan tersebut mengusung tema besar “Eratkan Silaturahim, Kuatkan Kolaborasi”. Sesuai temanya, agenda ini dirancang untuk menjalin kebersamaan yang telah mengakar kuat demi keberlangsungan pendidikan keagamaan Islam berbasis masjid di lembaga TPQ tersebut.
Satu Dekade Mengabdi dan Menjawab Tantangan Zaman
Ketua Pendidikan TPQ Padi Wojo II Surabaya, Adv. Bijak Yuriswira, S.H., CPLA, Gr., mengungkapkan bahwa perjalanan mengelola lembaga ini telah memasuki fase penting. Kepemimpinan di TPQ ini kini resmi menginjak tahun ke-10.
”Telah genap 10 tahun kepemimpinan ini berlangsung. Periode awal lima tahun melanjutkan kepemimpinan sebelumnya. Periode kedua, adanya wabah yang sempat terganjal. Dan di periode ketiga ini, masih diberi amanah kembali untuk membersamai adek-adek TPQ,” ujar Bijak.
Sejarah TPQ Padi Wojo II memang terentang panjang, beriringan dengan berdirinya Masjid Padi Wojo II Surabaya. Lembaga ini dikenal unik karena memiliki ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat sekitar. Banyak alumni TPQ yang kini telah dewasa kembali mempercayakan pendidikan agama anak-anak mereka ke lembaga yang sama. Kebersamaan lintas generasi inilah yang membuat nilai-nilai di TPQ Padi Wojo II terjaga secara turun-temurun.
Benteng di Tengah Gempuran Teknologi
Di tengah era modernisasi, kedekatan emosional, rasa saling memiliki, saling membangun, serta kepedulian antar-wali santri menjadi fondasi utama yang menjaga eksistensi TPQ Padi Wojo II. Lembaga ini hadir sebagai benteng moral di tengah gempuran teknologi yang mendominasi kehidupan anak-anak usia sekolah.
Untuk menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri, TPQ Padi Wojo II tetap memegang teguh corak pendidikan klasiknya. Santri tidak hanya diajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga dibekali dengan ilmu pengetahuan Islam yang komprehensif, mulai dari Fiqih, Tarikh (sejarah Islam), hingga Aqidah.
Selain mempertahankan kurikulum salaf, inovasi kontemporer pun turut diadopsi melalui program baru, yaitu Projek Profil Santri Padi Wojo II.
Garis Keilmuan yang Jelas
Rasa syukur mendalam disampaikan oleh pihak pengelola atas kepercayaan besar yang terus diberikan oleh masyarakat. Tradisi turun-temurun ini dinilai menjadi modal sosial yang sangat berharga.
”Bersyukur masuk ke dalam TPQ Padi Wojo II ini. Turun temurun semuanya. Jadi jelas garis keilmuan secara lokal. Semoga Ridha Allah selalu mengalir kepada kita semua yang terlibat dalam pengembangan TPQ Padi Wojo II,” tambah Bijak Yuriswira.
Sebagai penutup dan pembakar semangat perjuangan syiar Islam, sebuah jargon khas penuh optimisme digelorakan bersama oleh seluruh pengurus dan wali santri:
“TPQ Padi Wojo II. Masuk TPQ, Masuk Surga tanpa Antre!”





