Kepala LKSA Muhammadiyah Medokan Ayu Apresiasi Kepedulian SD Muhammadiyah 24 Surabaya

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Semangat kepedulian sosial terpancar kuat di Panti Asuhan atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Medokan Ayu, Surabaya. Dalam momen bulan suci Ramadan 1447 H, SD Muhammadiyah 24 Surabaya menggelar kunjungan silaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan kepada para santri di panti tersebut.

​Kegiatan yang mengusung tema “Ramadan Berkarakter: Tebar Kebaikan untuk Meraih Ridha Allah SWT” ini menjadi wujud nyata pengajaran karakter bagi siswa untuk memiliki jiwa filantropi sejak dini.

Apresiasi dari Kepala LKSA

​Kepala LKSA Muhammadiyah Medokan Ayu, Suprapto, S.Pd., menyambut hangat kehadiran rombongan dari sekolah yang dikenal dengan identitas “Sekolah Karakter” tersebut. Dalam wawancaranya, ia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar SD Muhammadiyah 24 Surabaya.

​”Apresiasi yang sebesar-besarnya kami sampaikan atas dukungan dari SD Muhammadiyah 24. Harapan kami, kunjungan ini dapat mempererat hubungan antar amal usaha Muhammadiyah agar menjadi lebih baik lagi dalam semangat saling berbagi,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Membangun Semangat Santri

​Menurut Suprapto, kehadiran para siswa dan guru tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga membawa dukungan moral dan semangat bagi anak-anak asuhnya. Beliau berharap silaturahmi ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus berkelanjutan.

​”Mudah-mudahan apa yang didonasikan bermanfaat dan barokah. Semoga Allah membalas dengan balasan terbaik, dimudahkan segala urusan SD Muhammadiyah 24, serta diberikan kesehatan dan keberkahan bagi seluruh guru, karyawan, dan kepala sekolahnya,” pungkasnya.

Pendidikan Berbasis Karakter

​Kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Al-Ma’un yang menjadi ciri khas gerakan Muhammadiyah, yakni kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa. Dengan melibatkan siswa langsung dalam proses donasi, diharapkan karakter empati mereka tumbuh secara alami di lingkungan sekolah yang religius. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article