
Surabaya, wartapoint – Memasuki sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan 1447 H, Masjid Al-Azhar kembali meneguhkan perannya sebagai pusat pelayanan umat. Melalui panitia Posko Zakat Fitrah dan Maal, Masjid Al-Azhar resmi membuka layanan pengumpulan dan penyaluran zakat bagi jamaah serta warga sekitar sejak Rabu, 11 Maret 2026.
Kegiatan tahunan ini dikelola dengan penuh dedikasi oleh Remaja Masjid (Remas) Al-Azhar di bawah bimbingan langsung jajaran Takmir. Langkah ini diambil untuk memfasilitasi umat Islam dalam menunaikan kewajiban rukun Islam keempat dengan mudah, transparan, dan tepat sasaran.
Layanan Maksimal dan Kemudahan Muzakki
Untuk memastikan kenyamanan jamaah, posko zakat beroperasi dengan waktu layanan yang sangat fleksibel, yakni mulai setelah shalat Subuh hingga pukul 22.00 WIB setiap harinya.
Tahun ini, besaran zakat fitrah ditetapkan senilai 3 kilogram beras per jiwa. Panitia memberikan dua opsi memudahkan bagi para muzakki:
- Membawa beras sendiri secara langsung.
- Membeli beras yang telah disediakan panitia seharga Rp50.000 per jiwa.
Hingga saat ini, panitia telah menyiagakan sekitar 1 ton beras berkualitas di lokasi untuk melayani jamaah yang ingin menunaikan zakatnya secara praktis.
Digitalisasi dan Transparansi Administrasi
Ketua Panitia Posko Zakat, Fajrian Juliansyah, menjelaskan bahwa, keterlibatan pemuda bukan sekadar menjaga posko, melainkan bentuk edukasi manajerial.
“Alhamdulillah, kami melibatkan seluruh remaja masjid. Ini menjadi bagian dari pembelajaran bagi kami untuk mengelola amanah umat dengan baik dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Guna meminimalisasi kesalahan manusia, panitia menerapkan sistem administrasi berbasis komputerisasi. Seluruh data muzakki, jumlah dana/beras yang masuk, hingga alokasi distribusi tercatat secara digital demi menjaga akurasi dan akuntabilitas publik.
Dukungan Penuh Takmir Masjid
Ketua Takmir Masjid Al-Azhar, H. Sutikno, S.Sos., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kerja keras para pemuda masjid dalam mengawal agenda besar ini. Ia menekankan bahwa, kegiatan ini adalah bukti nyata sinergi antar-generasi dalam memakmurkan masjid.
“Kami di jajaran Takmir sangat bangga melihat semangat para pemuda Remas Al-Azhar. Posko Zakat ini bukan sekadar rutinitas, melainkan gerakan sosial yang terukur. Kami memastikan setiap butir beras dan rupiah yang dititipkan jamaah akan dikelola secara profesional dan didistribusikan kepada mereka yang benar-benar berhak melalui koordinasi ketat dengan pengurus RT/RW setempat,” ujarnya kepada awak media wartapoint.id via WhatsApp, Kamis (12/3/2026).
Sinergi untuk Ketepatan Sasaran
Dalam proses penyaluran, panitia tidak bergerak sendiri. Masjid Al-Azhar bersinergi dengan tokoh lingkungan (RT dan RW) untuk melakukan validasi data warga yang berhak menerima (mustahiq). Hal ini dilakukan agar bantuan menjangkau fakir miskin dan dhuafa di lingkungan sekitar secara merata dan tepat sasaran.
Kehadiran posko ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Selain memudahkan urusan ibadah, gerakan ini mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa kepedulian sosial yang kuat di tengah keberkahan bulan Ramadhan. (yupan)





