Sidoarjo, wartapoint – Suasana khidmat bercampur antusiasme menyelimuti halaman SDN Kedensari 1 pada momen penutupan program Pesantren Ramadhan 1447 H. Sebagai puncak kegiatan, seluruh civitas akademika bersinergi menggelar aksi sosial berupa pembagian zakat fitrah dan ratusan paket takjil bagi masyarakat sekitar, Kamis (12/03/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni berakhirnya rangkaian materi keagamaan selama empat hari, melainkan sarana implementasi langsung nilai-nilai religius ke dalam praktik kepedulian sosial.
Zakat dan Takjil: Menebar Senyum di Lingkungan Sekolah
Tahun ini, panitia berhasil menghimpun dan menyalurkan sebanyak 330 kilogram beras zakat fitrah yang didistribusikan kepada 60 mustahiq di lingkungan sekolah. Semangat berbagi tersebut kemudian meluap ke jalanan melalui pembagian 280 paket takjil makanan dan minuman.
Aksi bagi-bagi takjil yang dipusatkan di Jalan Raya Wates disambut antusias oleh para pengendara dan warga sekitar. Momen ini menciptakan interaksi hangat antara dunia pendidikan dan masyarakat umum di tengah keberkahan bulan suci.
Apresiasi dan Gotong Royong
Ketua Panitia Pesantren Ramadhan, Muhammad Nasruddin, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi seluruh pihak yang membuat kegiatan ini berjalan lancar.
“Kami menyampaikan ribuan terima kasih kepada bapak/ibu guru serta wali murid atas bantuan tenaga dan sedekah jariyah nya. Berkat dukungan tersebut, kegiatan selama empat hari ini sukses terlaksana. Semoga jerih payah ini menjadi ladang amal ibadah yang diterima Allah SWT,” ujarnya.
Membentuk Karakter Sejak Dini
Kepala SDN Kedensari 1, Nur Hidayat, M.Pd, menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah pembentukan karakter siswa. Ia mengaku bangga melihat semangat para siswa yang konsisten sejak hari pertama.
“Alhamdulillah, pembagian zakat dan takjil berjalan lancar. Kegiatan ini kami rancang khusus untuk memupuk karakter peduli terhadap sesama pada diri siswa sejak dini. Semoga apa yang kita lakukan memberikan manfaat dan keberkahan bagi semua pihak,” tuturnya.
Kegembiraan juga terpancar dari para siswa yang terjun langsung ke lapangan. Imam, siswa kelas 5, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari aksi sosial sekolahnya. “Saya sangat senang bisa ikut berpartisipasi langsung. Rasanya bahagia bisa berbagi dan melihat orang lain tersenyum saat menerima zakat atau takjil dari kami,” ungkapnya.
Edukasi Melalui Praktik Nyata
Penutupan Pesantren Ramadhan 1447 H di SDN Kedensari 1 menjadi bukti bahwa edukasi terbaik bukan sekadar teori di dalam kelas, melainkan praktik menebar kebaikan di tengah masyarakat. Dengan suksesnya acara ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai sosial yang telah dipelajari dapat terus tertanam dalam sanubari siswa sebagai bekal karakter di masa depan. (Dayat/yupan)




