Surabaya, wartapoint – Langkah progresif diambil oleh SD Muhammadiyah 18 Surabaya dalam memperkuat eksistensinya di kancah pendidikan internasional. Bertempat di Hotel Harris Surabaya pada Jumat (13/3), sekolah ini secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Marshall Cavendish Education (MCE) Singapore.
Kerja sama strategis ini menjadi tonggak penting bagi sekolah untuk menyongsong peluncuran International Class Program (ICP), sekaligus bentuk adaptasi terhadap perubahan dunia yang kian kompleks.
Mempersiapkan Generasi di Era Ketidakpastian
Acara yang digelar bersama Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Timur ini tidak hanya sekadar seremonial. Rangkaian kegiatan diisi dengan seminar pendidikan yang membedah konsep BANI World (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible).
Head of Learning Solutions MCE, Mrs. Joy Tan, dalam paparannya menekankan bahwa dunia saat ini sedang berada dalam kondisi yang rapuh dan sulit diprediksi. Ia mencontohkan bagaimana konflik geopolitik global saat ini secara drastis mampu mengguncang ekonomi dunia dalam sekejap.
“Pendidikan harus mampu membekali generasi muda untuk tetap tegak berdiri di tengah ketidakpastian. Pemimpin sekolah perlu memperkuat profesionalisme guru dan pemanfaatan teknologi seperti AI agar pembelajaran tetap relevan,” ungkap Joy Tan.
Fokus pada Standar Global
Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Ach Barizi, M.Pd, menegaskan bahwa kolaborasi dengan lembaga pendidikan asal Singapura ini adalah jawaban nyata atas tantangan masa depan.
Menurut Barizi, fokus utama dari kerja sama ini adalah penguatan tiga pilar kompetensi siswa, yaitu:
- Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi global.
- Sains dan Matematika dengan standar internasional.
- Kesiapan Mental dalam menghadapi kompetisi global yang dinamis.
”Ini adalah langkah besar bagi kami dalam mempersiapkan International Class Program. Kami ingin siswa kami tidak hanya unggul secara akademik di dalam negeri, tetapi juga kompetitif dan siap menghadapi dunia yang penuh gejolak di era BANI ini,” ujarnya.
Sinergi Muhammadiyah dan MCE
Penandatanganan MoU ini turut disaksikan oleh Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur, Prof. Dr. Khozin, M.Si, dan Mr. Soon Jinn Lim dari MCE Singapore. Sinergi ini diharapkan membuka akses bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur untuk mendapatkan sumber belajar berkualitas dunia.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi buka puasa bersama, mempererat silaturahmi antar-stakeholder pendidikan di Jawa Timur. (Asrilia Kurniasari/yupan)





