LLHPB Aisyiyah dan BPBD Kota Surabaya Gelar Simulasi Sekolah Aman Bencana, Bekali Guru TK hingga Mitigasi Gempa

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Aisyiyah Kota Surabaya bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menggelar kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana di SD Muhammadiyah 9 Surabaya, Sabtu (15/8/2026).

​Sebanyak 60 peserta yang terdiri dari anggota LLHPB dan perwakilan guru TK Aisyiyah se-Kota Surabaya antusias mengikuti pelatihan mitigasi bencana serta langkah penyelamatan diri secara teori maupun praktik.

​Ketiga pemateri dari BPBD Kota Surabaya—Yunisa, Barqy, dan Sanubari—memaparkan peta potensi bencana di Surabaya, mulai dari kebakaran, banjir, gempa bumi, angin kencang, kegagalan teknologi (non-alam), hingga epidemi.

Pentingnya Mitigasi Berbasis Keluarga dan Sekolah

​Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya, Alifah Hikmawati, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat mengingat bencana tidak dapat diprediksi maupun dihindari.

​”Dengan pelatihan ini, anggota Aisyiyah dan masyarakat dapat menanggulangi serta mengurangi risiko bencana. Bencana adalah kehendak Allah, tetapi kita harus belajar untuk bersiap siaga dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.

​Dalam paparan materinya, Yunisa menekankan bahwa mitigasi adalah serangkaian upaya mengurangi risiko. Contoh sederhananya adalah rutin mengecek kelayakan kabel dan peralatan listrik di rumah untuk mencegah kebakaran.

​”Merujuk survei Pemerintah Jepang terhadap korban selamat bencana, faktor terbesar keselamatan ditentukan oleh kesiapsiagaan diri sendiri, dukungan keluarga, serta bantuan teman dan tetangga,” katanya.

Bahas Bencana Sosial hingga Simulasi Gempa Bumi

​Diskusi berlangsung interaktif saat salah satu peserta, Ninik, mempertanyakan status fenomena tawuran. Pemateri BPBD, Barqy, menjelaskan bahwa tawuran tergolong bencana sosial.

​Meskipun Pemerintah Kota Surabaya telah melancarkan berbagai upaya mitigasi—seperti sosialisasi di sekolah, penerapan jam malam anak, dan patroli Satpol PP—keragaman latar belakang warga serta tingginya mobilitas penduduk kerap menjadi tantangan. Pemateri mengimbau warga segera menghubungi layanan darurat 112 atau WhatsApp di 081131112112 jika mendapati kejadian tersebut.

​Selain materi teoritis, para peserta mendapatkan pelatihan praktis:

  • Penataan Rumah & Tas Siaga: Memahami tata letak perabot yang aman serta penyiapan Tas Siaga Bencana.
  • Pertolongan Pertama Kecelakaan: Dipraktikkan langsung oleh Barqy dan Sanubari dengan prinsip 3A: Amankan diri, amankan lingkungan, dan amankan korban (sambil menghubungi petugas medis).
  • Simulasi Gempa Bumi: Para kader Aisyiyah dan guru berlatih merunduk menutupi kepala dan leher saat sirine berbunyi, lalu bernavigasi menuju titik kumpul yang aman setelah gempa mereda.

​Ketua LLHPB Aisyiyah Kota Surabaya, Tarsiana, mengapresiasi tingginya partisipasi para peserta dari awal hingga akhir acara.

​”Semoga ilmu yang kita dapatkan hari ini tidak akan pernah kita pakai. Sebab jika dipakai, artinya ada bencana yang menimpa kita,” seloroh Tarsiana tersenyum. “Namun demikian, kita harus tetap tanggap dan konsisten melakukan mitigasi bencana.” (Mom Yayuk)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article