
Banyuwangi, wartapoint— Dakwah tidak selalu hadir melalui mimbar dan ceramah. Di Banyuwangi, Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menemukan wajah dakwah yang tumbuh sederhana, tetapi dekat dengan kebutuhan masyarakat: mendampingi bapak-bapak lanjut usia belajar membaca Al-Qur’an.
Hal tersebut menjadi salah satu bagian dari Rihlah Dakwah LDK PWM Jawa Timur ke Banyuwangi dan Bondowoso, 22–23 Agustus 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Bersinergi dalam Dakwah Menguatkan Ukhuwah, Membangun Ummat” tersebut dipimpin Ketua LDK PWM Jawa Timur, H. Ahmad Tholhah, S.Ag., M.Ag.
Dalam perjalanan tersebut, Tholhah bersama sejumlah anggota LDK, di antaranya Ahmad Rosyidi dan H. Tulus Widodo, tidak hanya melakukan kunjungan silaturahmi, tetapi juga melihat secara langsung aktivitas dakwah yang berlangsung di tengah masyarakat.
“Dakwah itu bisa dimulai dari komunitas kecil. Salah satunya membina bapak-bapak lansia untuk belajar membaca Al-Qur’an,” kata Tholhah.
Menurutnya, aktivitas tersebut memiliki makna penting karena lahir dari kesadaran masyarakat sendiri untuk terus belajar agama. Usia lanjut tidak menjadi penghalang untuk memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an.
“Ini komunitas kecil yang berangkat dari kesadaran untuk belajar. Mereka punya semangat untuk terus belajar membaca Al-Qur’an,” ujarnya.
Tholhah menilai model pembinaan seperti ini menunjukkan bahwa dakwah membutuhkan kehadiran dan pendampingan secara langsung. Masyarakat tidak hanya membutuhkan materi keagamaan, tetapi juga ruang belajar yang nyaman dan berkelanjutan.
“Yang penting bukan seberapa besar kegiatannya, tetapi bagaimana dakwah itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.
Selain melihat pembinaan lansia, rombongan LDK PWM Jawa Timur juga mengunjungi sejumlah komunitas di Banyuwangi dan Bondowoso yang menyatakan afiliasinya kepada LDK PWM Jawa Timur.
“Kami juga mengunjungi beberapa komunitas yang ada di Banyuwangi dan Bondowoso. Mereka menyatakan afiliasinya kepada LDK PWM Jawa Timur,” jelas Tholhah.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara LDK PWM Jawa Timur dengan komunitas-komunitas dakwah di daerah. Setiap komunitas memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda sehingga pola pendampingannya pun perlu disesuaikan.
“Kami ingin mengenal lebih dekat aktivitas mereka, mendengarkan apa yang sudah dilakukan dan melihat apa yang bisa disinergikan,” katanya.
Bagi Tholhah, kekuatan dakwah komunitas terletak pada kemampuan membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat. Dari hubungan tersebut, dakwah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan keagamaan, tetapi berkembang menjadi gerakan pemberdayaan umat.
“Ketika komunitas saling terhubung, insyaallah dakwah akan semakin kuat. Ukhuwah menjadi modal untuk membangun umat,” ungkapnya.
Ia berharap Rihlah Dakwah tidak sekadar menjadi agenda perjalanan, tetapi menjadi momentum memperluas jejaring dan memperkuat gerakan dakwah berbasis komunitas di Jawa Timur.
“Kami berharap sinergi ini terus berkembang. Komunitas-komunitas yang ada bisa saling belajar, saling menguatkan, dan bersama-sama menghadirkan dakwah yang memberi manfaat,” pungkas Tholhah.
(Ahmad Mahmudi)
#beritanasional #indonesia #jawatimur #banyuwangi #muhammadiyah





