
Surabaya, wartapoint – Guna menumbuhkan budaya literasi, rasa ingin tahu, dan keberanian menyampaikan informasi secara jujur sejak dini, SD Muhammadiyah 29 Surabaya menggelar pelatihan dasar-dasar jurnalistik pada Rabu (2/9/2026). Kegiatan bertajuk kelas “Jurnalis Cilik” ini diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias.
Dalam sesi pelatihan tersebut, Ustadz Yudha membawakan materi jurnalistik dengan metode yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan agar mudah dicerna oleh siswa tingkat sekolah dasar.
”Mengajarkan jurnalistik untuk anak usia SD/MI bukan sekadar belajar menulis, melainkan melatih mental kritis, ketelitian, serta keberanian mereka dalam menyampaikan kebenaran,” ujar Ustadz Yudha.
Menjadi ‘Detektif Informasi’ dengan Rumus 5W+1H
Materi diawali dengan pengenalan fondasi utama pencarian dan penyusunan berita, yakni rumus 5W+1H. Ustadz Yudha mengajak para siswa berperan seolah-olah menjadi seorang “detektif informasi” yang bertugas mengumpulkan fakta melalui enam pertanyaan kunci:
- What (Apa): Kejadian atau peristiwa apa yang sedang terjadi.
- Who (Siapa): Siapa saja tokoh yang terlibat di dalamnya.
- Where (Di mana): Di mana lokasi persis peristiwa tersebut.
- When (Kapan): Kapan waktu terjadinya peristiwa.
- Why (Mengapa): Mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi.
- How (Bagaimana): Bagaimana kronologi atau proses kejadiannya.
Melalui analogi detektif ini, para siswa diajak berlatih mengamati lingkungan sekitar sekolah dan mencatat fakta-fakta penting secara cermat.
Mengenal Straight News dan Feature
Selain rumus 5W+1H, Ustadz Yudha juga mengenalkan dua jenis tulisan jurnalistik dasar yang paling relevan untuk tingkat SD/MI Muhammadiyah, yakni:
- Berita Langsung (Straight News): Penyampaian informasi mengenai peristiwa sekolah yang baru saja terjadi secara singkat, padat, dan faktual—seperti liputan perayaan Hari Kemerdekaan atau perlombaan sekolah.
- Berita Kisah (Feature): Tulisan bergaya lebih santai yang menonjolkan sisi manusiawi (human interest), seperti profil guru inspiratif atau pengalaman berkesan para siswa saat kegiatan karya wisata.
Melalui pelatihan Jurnalis Cilik ini, SD Muhammadiyah 29 Surabaya berharap para siswa tidak hanya terampil mengolah kata, tetapi juga mampu menjadi generasi yang kritis dalam menyaring informasi serta berani menyuarakan kebaikan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (Tim jurnalis cilik SD Muhammadiyah 29 Surabaya)
#sekolahtahfidzberkemajuan #beritanasional #jurnaliscilik #indonesia #jawatimur #surabaya





