
Surabaya, wartapoint — Menyusun soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak cukup hanya bermodal pengalaman mengajar. Guru dituntut mampu menghadirkan instrumen evaluasi yang dapat mengukur kemampuan berpikir peserta didik secara presisi, khususnya pada aspek literasi dan numerasi.
Atas dasar itulah, Forum Sekolah Muhammadiyah (Foskam) Jawa Timur menggelar Pelatihan Penyusunan Asesmen TKA Jenjang Sekolah Dasar pada Jumat (11/9/2026). Acara berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 15.00 WIB bertempat di The Millennium Building (TMB) SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Jalan Pucang Anom No. 93, Surabaya.
Sebanyak 68 guru SD/MI Muhammadiyah dari 30 sekolah di berbagai daerah Jawa Timur hadir sebagai delegasi. Pelatihan ini digelar sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas pendidik guna menyongsong pelaksanaan TKA Tahun Ajaran 2026/2027.
Penguatan Teori Literasi dan Numerasi
Untuk memberikan pemahaman komprehensif, Foskam Jatim menghadirkan dua narasumber nasional. Ria Rusvita Sari, M.Pd. membekali peserta mengenai teknik penyusunan soal numerasi, sedangkan Kanzue S. Rachelinda, S.Pd. memberikan penekanan pada pengembangan soal literasi.
Ketua Foskam Jawa Timur, Edy Susanto, M.Pd., mengapresiasi dukungan para kepala sekolah yang telah mengirimkan utusannya.
“Terima kasih kepada 30 kepala SD/MI Muhammadiyah se-Jawa Timur yang telah mengirimkan delegasi. Kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar bersama untuk meningkatkan kesiapan menghadapi TKA,” tuturnya.
Suasana pembukaan berlangsung cair dan hangat saat Edy menyapa satu per satu asal sekolah peserta. Kebiasaan “mengabsen” ini menjadi tradisi unik untuk mengukur seberapa luas tingkat partisipasi sekolah Muhammadiyah dalam setiap agenda Foskam.
Sesi Praktik Langsung di Laboratorium
Usai jeda pelaksanaan shalat Jumat dan dhuhur berjamaah, para peserta berpindah ke Gedung ADEC (Ahmad Dahlan Education) untuk memasuki tahapan praktik.
Sesi praktik dirancang teknis dan terfokus sesuai kelompok bidang studi:
- Praktik Numerasi: Ditempatkan di laboratorium komputer untuk penyusunan soal berbasis data digital.
- Praktik Literasi: Dilaksanakan di laboratorium IPA untuk pengerjaan draf soal.
Sebelum memasuki ruang kerja, para peserta sempat mengabadikan foto bersama. Setelah itu, mereka langsung berfokus menyusun butir soal berstandar TKA dengan menerapkan konsep yang telah dipelajari.
Sejumlah sekolah ternama turut mengirimkan gurunya dalam pelatihan ini, di antaranya SD Muhammadiyah 4 Surabaya, MI Muhammadiyah 5 Surabaya, SD Muhammadiyah 11 Surabaya, SD Muhammadiyah 16 Surabaya, MI Muhammadiyah 27 Surabaya, dan SD Muhammadiyah 26 Surabaya.
Melalui program ini, Foskam Jatim menegaskan komitmennya bahwa kesiapan TKA tidak hanya dibebankan kepada siswa, tetapi diawali dari kesiapan guru dalam menyajikan soal yang berkualitas, kontekstual, dan menguji nalar. (Mursiah/yupan)





