Kemitraan Erat Babinsa dan Petani di Kemusu: Bertahan Menanam Padi di Tengah Mahalnya Biaya Musim Tanam Ketiga

Must read

- Advertisement -

Boyolali, wartapoint — Tantangan berat mewarnai pelaksanaan Musim Tanam Ketiga (MT III) bagi para petani di Kabupaten Boyolali. Minimnya ketersediaan sumber air memaksa para petani mengoperasikan pompa air mandiri dari sumur dalam, yang berimbas pada lonjakan biaya produksi secara signifikan.

​Merespons kondisi tersebut, Babinsa Desa Kedungmulyo Koramil 18/Kemusu Kodim 0724/Boyolali, Sertu Muhammad Al Amin, turun langsung memantau kondisi persawahan warga melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di Dukuh Rejosari RT 03/RW 03, Desa Kedungmulyo, Kecamatan Kemusu, Sabtu (12/9/2026).

​Di tengah hamparan sawah, Sertu Muhammad Al Amin berdialog langsung dengan Yatmin, salah seorang petani setempat, guna memetakan pertumbuhan tanaman padi sekaligus menyerap aspirasi terkait kendala kelangkaan air di lapangan.

​Yatmin mengakui bahwa MT III membutuhkan alokasi modal dan tenaga yangauh lebih besar dibanding musim-musim sebelumnya. Penggunaan mesin pompa sumur dalam untuk pengairan harian menjadi beban finansial utama yang harus diperhitungkan secara cermat. Meski demikian, keterbatasan ini tidak menyurutkan langkahnya untuk terus bercocok tanam.

​”Menanam pada MT III memang butuh biaya dan usaha ekstra untuk pengairan. Namun kami tetap optimistis, semoga modal besar ini terbayar dengan harga jual hasil panen yang lebih tinggi dibanding musim pertama dan kedua,” ungkap Yatmin.

​Sertu Muhammad Al Amin memberikan apresiasi tinggi atas ketangguhan para petani yang tetap produktif menjaga ketahanan pangan wilayah meski dihadapkan pada keterbatasan air. Kehadiran Babinsa di lapangan tidak hanya untuk mendata kendala teknis, tetapi juga memberikan dukungan moral dan pendampingan berkelanjutan.

​“Petani harus tetap semangat dan optimistis. Meskipun biaya operasional MT III melambung, kami berharap hasil panen melimpah dan harga pasaran nantinya sangat menguntungkan bagi para petani,” tegas Sertu Muhammad Al Amin.

​Melalui sinergi Komsos ini, kemitraan antara TNI dan masyarakat tani di Kemusu semakin erat, menegaskan komitmen pendampingan sektor pertanian demi tercapainya ketahanan pangan daerah yang kokoh. (Agus)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article