
Jakarta, wartapoint — Pemulihan layanan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pascabencana gempa bumi menunjukkan tren positif. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat menyalurkan bantuan revitalisasi tahap pertama senilai total Rp50 miliar serta membangun 672 unit Ruang Kelas Sementara (RKS) beranggaran Rp3,5 miliar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang bergotong royong mengembalikan aktivitas belajar di daerah terdampak.
”Kabar baik tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak. Kemendikdasmen terus berkomitmen mendukung proses pemulihan layanan pendidikan di NTT agar kegiatan pembelajaran kembali berlangsung secara optimal dan seluruh murid tetap memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, serta meraih cita-cita,” ujar Abdul Mu’ti, Senin (14/9/2026).
Alokasi Bantuan Fisik & Ruang Kelas
Proses revitalisasi fisik menyasar berbagai jenjang pendidikan secara bertahap, sementara jenjang SD, SMP, dan SMA saat ini sedang dalam proses kalkulasi kebutuhan pasca-verifikasi.
| Jenjang Pendidikan | Bantuan Revitalisasi (Rp50 Miliar) | Bantuan Ruang Kelas Sementara / RKS (Rp3,5 Miliar) |
|---|---|---|
| PAUD | 140 Satuan (Rp500 Juta) | 194 Unit RKS (@ Rp4 Juta) |
| SLB | 5 Satuan (Rp6,45 Miliar) | 12 Unit RKS (@ Rp4 Juta) |
| SMK | 39 Satuan (Rp42,2 Miliar) | 372 Unit RKS (@ Rp4 Juta) |
| SMP | Tahap perhitungan kebutuhan | 65 Unit RKS (@ Rp15 Juta) |
| SMA | Tahap perhitungan kebutuhan | 29 Unit RKS (@ Rp15 Juta) |
| PKBM & SKB | 2 PKBM & 1 SKB (Rp1 Miliar) | – |
Status Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
Sebanyak 2.447 satuan pendidikan tercatat telah mengaktifkan kembali proses pembelajaran dengan rincian:
- 487 Sekolah: Pembelajaran berjalan normal di dalam ruang kelas.
- 1.960 Sekolah: Pembelajaran berlangsung menggunakan moda darurat (tenda, ruang terbuka, atau kelas darurat).
Pendampingan Psikososial & Bantuan Kemanusiaan
Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Saryadi, menjelaskan bahwa penanganan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pemulihan trauma (trauma healing) serta bantuan logistik di tujuh kabupaten terdampak (Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Sikka, Ngada, dan Ende).
- Dukungan Psikososial: Pendampingan awal disalurkan ke 75 sekolah. Sebanyak 120 fasilitator nasional dan 1.700 fasilitator daerah disiapkan untuk mendampingi sekitar 51 ribu pendidik.
- Tenda Kelas Darurat: Penyaluran tenda senilai Rp5,5 miliar ke tujuh kabupaten terdampak.
- Logistik & Perlengkapan Belajar: Bantuan awal senilai Rp6 miliar meliputi 10.000 paket makanan anak, 1.000 paket sembako, 5.500 school kit, 1.500 family kit, dan 10.000 buku bacaan.
- Santunan Duka & Luka (Rp330 Juta): Disalurkan bagi korban terdampak dengan rincian Rp5 juta per peserta didik meninggal, Rp10 juta per guru meninggal, Rp2 juta per guru luka-luka, dan Rp1 juta per peserta didik luka-luka.
Pemerintah optimistis lewat edaran resmi penyelenggaraan pendidikan darurat dan kolaborasi erat pemda setempat, hak belajar anak-anak di NTT dapat terpenuhi secara aman dan berkelanjutan. (yupan)
#kemendikdasmen #pendidikan #indonesia #beritanasional #sekolah





