
Surabaya, wartapoint — Semangat literasi dan keberanian berkomunikasi ditunjukkan oleh para jurnalis cilik SD Muhammadiyah 10 Surabaya (SDM 10 Surabaya). Bertempat di ruang kelas 1 Granada, kegiatan wawancara antar siswa berlangsung hangat dan penuh antusias pada Sabtu (19/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, jurnalis cilik Mahira Nur Alkarimah mempraktikkan keterampilan wawancara dengan mengajukan sejumlah pertanyaan seputar peringatan Hari Palang Merah Indonesia (PMI) kepada rekannya, Zahratul Abdillah.
Edukasi Peran PMI dan Makna Menolong Tanpa Pamrih
Wawancara diawali dengan pembahasan mengenai momen peringatan Hari PMI yang jatuh setiap tanggal 17 September. Zahra menjelaskan dengan rinci fungsi serta peran vital lembaga kemanusiaan tersebut bagi masyarakat.
”Tugas utamanya adalah membantu sesama manusia, terutama saat ada bencana alam, membantu pengobatan orang sakit, dan mengumpulkan donor darah,” ujar Zahra.
Tak hanya membahas tugas teknis PMI, wawancara singkat ini juga menggali nilai kepedulian sosial, khususnya mengenai arti dari sikap suka menolong.
”Menolong itu artinya membantu kawan atau orang lain yang sedang kesusahan tanpa mengharapkan imbalan,” tambah Zahra.
Wadah Melatih Keberanian dan Karakter Siswa
Aksi jurnalistik yang direkam menggunakan handphone tersebut memperlihatkan bagaimana siswa SDM 10 Surabaya dilatih untuk berpikir kritis, menyusun pertanyaan berbasis 5W+1H, serta berani tampil mengutarakan pendapat di depan publik.
Melalui kegiatan ini, pihak SD Muhammadiyah 10 Surabaya tidak hanya mengasah bakat komunikasi dan jurnalistik sejak dini, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, serta semangat gotong royong sesuai dengan spirit Hari Palang Merah Indonesia. (Tim jurnalis cilik SD Muhammadiyah 10 Surabaya)





