
Surabaya, wartapoint – Mengenang peristiwa bersejarah penting di Indonesia, dua Jurnalis Cilik SD Muhammadiyah 29 Surabaya mengadakan sesi wawancara edukatif mengenai sejarah Gerakan 30 September (G30S/PKI). Kegiatan literasi media ini berlangsung di depan ruang kelas 4 Al-Qadr pada Rabu (30/9/2026).
Sesi wawancara tersebut dipandu oleh Jurnalis Cilik Aqila Misha Shafana yang akrab disapa Shifa. Ia bertindak sebagai pewawancara dan menggali pemahaman sejarah dari rekan sesama jurnalis cilik, Naura Azkiya.
Dalam dialog interaktif tersebut, Naura menjelaskan secara lugas bahwa G30S/PKI merupakan kepanjangan dari Gerakan 30 September yang melibatkan Partai Komunis Indonesia. Peristiwa kelam yang terjadi pada malam 30 September hingga 1 Oktober 1965 itu ditandai dengan penculikan serta gugurnya para perwira TNI Angkatan Darat demi mempertahankan ideologi Pancasila.
”Ada tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur di Jakarta, termasuk Jenderal Ahmad Yani, serta perwira yang gugur di Yogyakarta. Pemerintah menetapkan mereka sebagai Pahlawan Revolusi untuk mengenang jasa dan pengorbanan mereka,” papar Naura di hadapan Shifa.
Lebih lanjut, Naura menekankan pentingnya mengambil hikmah dari sejarah penegakan Pancasila tersebut bagi para siswa SD Muhammadiyah 29 Surabaya. Menurutnya, generasi muda harus senantiasa bersyukur, tekun belajar, merawat persatuan, taat pada ajaran agama Islam, serta tidak mudah dipecah belah.
Sesi wawancara diakhiri dengan apresiasi dari Shifa atas wawasan luas yang dibagikan rekannya. Melalui kegiatan liputan ini, para jurnalis cilik SDM 29 Surabaya berharap dapat terus menyampaikan nilai-nilai nasionalisme, religiusitas, dan semangat menjaga keutuhan bangsa kepada seluruh warga sekolah. (Tim jurnalis cilik SD Muhammadiyah 29 Surabaya)





