
Surabaya, wartapoint – Ratusan bait puisi bertema kebersamaan lahir dari ruang Learning Center SMP Negeri 12 Surabaya pada Jumat (02/10/2026). Mulai pukul 12.30 WIB, para guru dan murid berkumpul untuk mengikuti kegiatan Nulis Bareng (Nubar) Puisi bertema “Rukun Sama Teman” sebagai bagian dari gerakan literasi nasional.
Kegiatan workshop ini menghadirkan Head of Alazka Training Center (ATC) Surabaya, Najib Sulhan, sebagai narasumber utama. Acara yang diprakarsai oleh Komunitas Yuk Menulis (KYM) ini dirancang untuk mendorong tradisi menulis di lingkungan sekolah sekaligus menyemarakkan aksi literasi nasional bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).
Dukungan Penuh Dinas Pendidikan Surabaya
Aksi literasi ini mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Melalui pesan tertulis, Kepala Seksi Pendidikan Dasar dan Menengah, Atiko, menyampaikan dukungannya kepada kepala sekolah dan narasumber agar karya para peserta segera dibukukan.
”Menulis puisi ini merupakan gerakan literasi nasional. Untuk itu, hasil karya dapat dikumpulkan menjadi buku antologi puisi dan segera dikirimkan ke Mendikdasmen,” pesan Atiko.
Kepala SMPN 12 Surabaya, Darto, menanggapi positif arahan tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk mengompilasi seluruh karya guru dan murid menjadi sebuah buku antologi.
”Sengaja kami menghadirkan narasumber nasional dari ATC Surabaya agar guru dan murid dapat memahami aturan penulisan puisi yang benar dan menyelesaikannya tepat waktu. Ini momen penting yang diprakarsai Komunitas Yuk Menulis, jadi harus dimaksimalkan,” ujar Darto.
Seni Mengabadikan Waktu dan Teknik Penulisan
Meski durasi workshop terbilang singkat—hanya 1,5 jam—pembekalan materi berjalan sangat efektif. Najib Sulhan mengawali sesi dengan memberikan motivasi mendalam tentang hakikat menulis sebagai upaya mengikat ilmu.
”Menulis itu bukan sekadar merangkai kata, melainkan seni mengabadikan waktu. Hari ini, besok, dan selamanya, penulis akan tetap ada melalui tulisannya yang kelak berubah menjadi cahaya,” ungkap Najib.
Pada sesi teknis yang berlangsung selama 30 menit, peserta dibekali pemahaman mengenai daya tarik puisi serta langkah-langkah praktis penulisan. Najib menekankan pentingnya penetapan tema untuk melahirkan judul yang memikat, pemilihan diksi yang kuat dan bermakna, serta pemanfaatan majas agar karya terasa lebih hidup.
Tuntas dalam Sekali Duduk
Memasuki sesi praktik selama 45 menit, suasana ruang Learning Center mendadak hening. Sebanyak 80 peserta—terdiri dari unsur guru dan murid—tampak khusyuk merangkai imajinasi dan diksi di atas kertas.
Efektivitas metode yang diterapkan terbukti nyata: seluruh 80 peserta berhasil menyelesaikan puisi mereka dalam sekali duduk. Acara kemudian ditutup dengan penampilan perwakilan guru dan murid yang membacakan karya puisi buatan mereka di hadapan seluruh peserta.





