
Surabaya, wartapoint — Pengelolaan kelas berdiferensiasi, pendampingan dua guru di setiap kelas, pembelajaran berkonsep edutainment, hingga penguatan karakter melalui pembiasaan positif menjadi daya tarik tersendiri dari Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya (Baratajaya). Berbagai keunggulan tersebut menarik perhatian rombongan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru, Jakarta, yang melakukan kunjungan studi banding pada Ahad (11/10/2026) malam pukul 20.00 WIB.
Sebanyak 18 perwakilan dari berbagai lembaga pendidikan Muhammadiyah Kebayoran Baru hadir untuk mempelajari secara langsung praktik baik (good practices) yang telah diterapkan oleh Sekolah Kreatif Baratajaya. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua PCM Kebayoran Baru, Dr. Ahmad Said Matondang, M.E., Sy., dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan belajar bersama selama dua hari.
Kunjungan ini menjadi momentum hangat bagi Sekolah Kreatif Baratajaya untuk berbagi pengalaman dalam merancang lingkungan belajar yang holistik—tidak hanya mengejar capaian akademik semata, tetapi juga peduli terhadap pembentukan karakter, keberagaman potensi, serta kenyamanan belajar setiap siswa.
Ketua PCM Kebayoran Baru, Ahmad Said Matondang, mengutarakan kekagumannya saat menyambangi sekolah tersebut. Menurutnya, atmosfer belajar yang dihadirkan sangat dinamis dan berorientasi pada kebutuhan anak.
“Kami melihat sekolah ini penuh warna. Latar belakang dan karakter siswanya sangat beragam. Kami juga ingin belajar lebih dalam tentang penerapan pembelajaran yang edutainment,” ujar Ahmad Said.
Ia menambahkan, pengalaman yang dipetik dari kunjungan ini diharapkan dapat menjadi amunisi dan bahan evaluasi pengembangan bagi para pendidik maupun pengelola sekolah di lingkungan Kebayoran Baru.
”Kami membawa rombongan berjumlah 18 orang perwakilan dari berbagai lembaga. Mohon izin kepada Ustaz Heru dan jajaran untuk banyak menimba ilmu di sini,” pungkasnya.
Mengakomodasi Keunikan Siswa dan Ruang Belajar Terbuka
Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS), Heru Tjahyono, memaparkan bahwa pilar utama keunggulan Sekolah Kreatif Baratajaya terletak pada konsistensi penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Pihak sekolah meyakini bahwa tidak ada anak yang sama, sehingga gaya belajar dan kebutuhan mereka tidak bisa diseragamkan.
”Bagi kami, semua siswa berbeda. Tugas kami adalah melayani mereka dan memenuhi kebutuhan akademiknya dalam proses pembelajaran,” tegas Heru.
Untuk mendukung efektivitas metode ini, setiap kelas didampingi oleh dua orang guru (team teaching). Tak hanya itu, konsep tata ruang kelas dibuat unik dan interaktif: dirancang terbuka tanpa pintu untuk menciptakan suasana yang luwes, serta dihiasi dekorasi imajinatif di setiap sudut dinding guna mendekatkan dunia belajar dengan imajinasi anak.
”Setting kelasnya memang berbeda. Kelas kami tanpa pintu sehingga ruang belajar terasa lebih terbuka. Setiap sudut tembok kami manfaatkan untuk menghadirkan dunia fantasi anak,” tambahnya.
Apresiasi Pembiasaan Karakter Positif
Selain metode mengajar dan penataan fisik, Heru menegaskan bahwa pembentukan karakter merupakan fondasi penting yang tidak boleh terabaikan. Sekolah Kreatif Baratajaya memiliki sistem penghargaan (reward) bagi siswa yang mampu mencapai target kebiasaan baik sehari-hari, seperti salat tepat waktu, ketertiban mengantre, suka membantu teman, hingga membiasakan diri berbagi makanan.
”Prestasi itu bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga bagaimana anak membangun kebiasaan baik. Ketika anak terbiasa membantu teman, tertib mengantre, dan mau berbagi, itu adalah sebuah prestasi tersendiri,” tuturnya.
Mempererat Silaturahmi dan Kolaborasi Antarlembaga
Kedatangan rombongan disambut penuh kehangatan oleh Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya, Ely Rhodlifah, S.H., M.Pd. Ia berharap ajang pertukaran gagasan ini semakin memperkuat jaring kolaborasi antarlembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah.
”Selamat datang di sekolah kami tercinta. Kunjungan dari PCM Kebayoran Baru ini bukan yang pertama kalinya. Mari perkenalan dan silaturahmi yang sudah terjalin erat ini kita perdalam lagi,” sambut Ely.
Adapun rombongan studi banding ini turut dihadiri oleh jajaran penting PCM Kebayoran Baru, antara lain:
- Muhammad Hifni, S.Pd. (Unsur Dikdasmen PCM Kebayoran Baru)
- Cholis Muarifah, M.Pd. (Kepala SD Alam Islami)
- Manar Imam Muhammadi, M.Pd. (Kepala SD Muhammadiyah 5 Jakarta)
- Perwakilan pimpinan dan pendidik dari SMP Muhammadiyah 8 dan SMP Muhammadiyah 9 Jakarta
Melalui sinergi ini, Sekolah Kreatif Baratajaya terus memantapkan perannya sebagai ruang tumbuh dan berbagi praktik inovasi pendidikan, guna mencetak generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus unggul dalam karakter.
Penulis: Ahmad Mahmudi
Editor: yupan





