
Surabaya, wartapoint — Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan sinergi dalam menyukseskan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK Mudisa) menggelar kegiatan silaturahim dan rewarding bersama jajaran Kepala Sekolah dan Wali Kelas SMP Muhammadiyah se-Kota Surabaya. Acara tersebut berlangsung di Hotel Khas Surabaya, Jalan Benteng 1–7, Surabaya, pada Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahim antarlembaga pendidikan Muhammadiyah sekaligus memberikan penghargaan khusus kepada SMP Muhammadiyah yang telah berkontribusi aktif mengarahkan para lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke SMK Mudisa.
Perkuat Sinergi dan Semangat Ta’awun
Kepala SMK Mudisa, Irvandy Andriansyah, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak sekolah mitra. Menurutnya, pencapaian SPMB tahun ini merupakan buah dari kepercayaan, komunikasi yang efektif, serta kerja sama yang solid di lingkungan persyarikatan.
“Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan seluruh SMP Muhammadiyah. Semoga kerja sama ini terus terjaga dan semakin kuat. Kita tidak hanya bersinergi dalam penerimaan murid baru, tetapi juga dalam berbagai bentuk ta’awun (saling membantu) demi kemajuan pendidikan Muhammadiyah,” ungkap Irvandy.
Ia menambahkan, kolaborasi antarlembaga diharapkan terus diperluas ke berbagai bidang strategis—termasuk membuka peluang bagi para alumni SMK Mudisa untuk dapat berkiprah dan bekerja di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Strategi Membangun Sekolah Unggul Berbasis Data
Dalam rangkaian acara tersebut, hadir sebagai narasumber utama Ir. Sudarusman, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Simokerto. Ia memaparkan materi mengenai langkah-langkah strategis dalam membangun sekolah unggul, memperkuat branding, serta menyukseskan SPMB.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
- Penguatan Mutu Layanan: Branding dan keunggulan sekolah tidak cukup hanya dibangun lewat promosi atau perubahan visual (seperti logo dan seragam), melainkan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan serta karakter sekolah yang nyata.
- Kepemimpinan Berbasis Data: Setiap pengambilan keputusan strategis harus didasarkan pada data akurat, analisis mendalam, pemahaman regulasi, serta pemetaan kebutuhan masyarakat.
- Mengikis Ego Sektoral: Keberhasilan satu sekolah Muhammadiyah seyogianya menjadi pendorong keberhasilan sekolah lainnya. Sekolah-sekolah Muhammadiyah perlu saling mendukung dan berbagi pengalaman untuk tumbuh bersama.
“Sekolah harus mampu membaca kebutuhan masyarakat dan berani mengambil keputusan berdasarkan analisis yang tepat. Jangan hanya melihat persoalan di permukaan, cari akar masalahnya agar solusi yang diambil benar-benar efektif,” tegas Sudarusman.
Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat melalui Pendampingan Terarah
Melalui ajang rewarding dan silaturahim ini, SMK Mudisa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kerja sama dengan SMP Muhammadiyah se-Surabaya. Kolaborasi ini dinilai sangat krusial agar proses pendampingan siswa kelas IX dalam memilih jenjang pendidikan lanjutan dapat berjalan terarah sesuai dengan minat, bakat, dan potensi peserta didik.
Bagi SMK Mudisa, keberhasilan SPMB tidak sekadar diukur dari pemenuhan kuota jumlah siswa baru, melainkan dari tumbuhnya kepercayaan masyarakat, meningkatnya kualitas layanan pendidikan, serta terwujudnya ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang makin maju, unggul, dan bermanfaat bagi umat. (yupan)





