Mengukir Pengalaman Berharga, Guru SD Muhlas Petik Inspirasi Lewat Program Teacher Exchange di SD Mudalan

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Program Teacher Exchange yang berlangsung pada 12–16 Oktober 2026 menjadi momen berkesan bagi Ade Windari, S.Pd., salah satu pendidik dari SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas). Selama lima hari penuh, ia berkesempatan menyelami dinamika pembelajaran dan budaya sekolah di SD Muhammadiyah 29 Surabaya (SD Mudalan).

​Pengalaman mengajar di lingkungan baru tersebut memberikan kesan mendalam serta menghadirkan berbagai ruang inspirasi baru dalam pengembangan metode pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.

​Sambutan Hangat dan Budaya Tahfidz yang Kuat

​Kehadiran Ade Windari di SD Mudalan disambut dengan hangat oleh pimpinan sekolah, jajaran guru, karyawan, hingga para siswa. Ia juga sangat mengapresiasi tinggi branding SD Mudalan sebagai “Sekolah Tahfidz Berkemajuan” yang diwujudkan secara konsisten dalam keseharian sekolah.

​Dalam rutinitas harian, SD Mudalan mengalokasikan 3 Jam Pelajaran (JP) untuk Tahfidz dan 2 JP untuk Tilawati. Dedikasi peserta didik serta para ustadz dan ustadzah dalam mengawal program ini menjadi daya tarik tersendiri. Tak hanya bagi siswa, budaya Qur’ani juga dihidupkan oleh para pendidik dan tenaga kependidikan yang setiap pagi melaksanakan murojaah bersama serta sambung ayat.

​”Melihat antusiasme anak-anak dalam menghafal, melantunkan, dan menuliskan ayat-ayat suci Al-Qur’an sungguh luar biasa. Hal ini memotivasi saya pribadi untuk terus mengembangkan diri dan semakin bersemangat dalam menghafal Al-Qur’an,” ungkap Ade Windari kepada media wartapoint.id, Jumat (16/10/2026).

​Pembelajaran Matematika Konkret dan Praktis

​Selama program berlangsung, Ade Windari mengajar mata pelajaran Matematika di kelas 4 Al-Insyirah dan 4 Al-Qadar. Untuk menghadirkan suasana belajar yang interaktif, ia membawa media pembelajaran langsung berupa timbangan buah dan timbangan berat badan.

​Para siswa terlihat sangat antusias saat diajak melakukan praktik pengukuran secara konkret. Pendekatan belajar berbasis pengalaman langsung ini terbukti efektif meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa di kelas.

​Manajemen Kelas Efektif dan Lingkungan yang Kondusif

​Selain program keagamaan, sistem pengelolaan kelas di SD Mudalan juga menjadi perhatian tersendiri. Khusus untuk kelas 4 hingga 6, pemisahan antara siswa laki-laki dan perempuan serta penerapan konsep two teachers in one classroom (dua guru dalam satu kelas) dinilai sangat efektif dalam menjaga kondusifitas belajar.

​Di samping itu, Ade Windari mencatat beberapa keunggulan khas yang menjadi keistimewaan SD Mudalan, antara lain:

  • ​Program Tahfidz yang Kuat: Pembiasaan hafalan yang terstruktur rapi dan konsisten.
  • ​Kedisiplinan dan Kesantunan Siswa: Karakter santun yang tertanam kuat, di mana siswa senantiasa meminta izin secara tertib kepada guru ketika hendak keluar kelas atau ke kamar mandi.
  • ​Suasana Kelas yang Tertib: Para siswa mampu menjaga ketertiban (anteng) sehingga proses belajar-mengajar berlangsung fokus dan nyaman.

​Harapan dan Kolaborasi Antarsekolah

​Mengakhiri masa penugasannya, Ade Windari menyampaikan rasa syukur dan harapan terbaiknya untuk kemajuan SD Mudalan di masa mendatang.

​”Sukses dan semakin berkembang selalu untuk SD Muhammadiyah 29 Surabaya. Dengan program-program unggulan yang luar biasa ini, Bismillah menjadi sarana meraih ilmu dunia dan akhirat. Program Teacher Exchange ini benar-benar memberikan wadah bagi kami untuk saling belajar dan menemukan hal-hal baik di sekolah kolaborasi,” pungkasnya. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article